Gubernur Papua Sering Berpantun, Jubir Buka Alasan di Baliknya

banner 468x60

JAYAPURA – Lapbiru.com
Kebiasaan Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, membuka dan menutup sambutan dengan pantun jadi sorotan publik. Gaya itu dinilai tak lazim di Papua yang tidak memiliki tradisi pantun seperti budaya Melayu.

Menjawab hal itu, Juru Bicara Gubernur Papua M. Rifai Darus memberikan penjelasan. Ia menegaskan, pantun yang disampaikan Gubernur bukan untuk mewakili budaya tertentu.

“Pantun itu cara beliau menyampaikan pesan dengan rasa. Bukan soal identitas budaya, tapi bagaimana komunikasi terasa lebih hidup,” kata Rifai di Jayapura, Sabtu (4/4).

Ia menjelaskan, Papua punya tradisi tutur yang kuat sejak lama. Para ondoafi dan tokoh adat terbiasa menyampaikan nasihat lewat cerita dan ungkapan sederhana yang sarat makna.

Menurutnya, pendekatan seperti itu sejalan dengan gaya komunikasi Gubernur. Kata-kata tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangun kedekatan.

“Di Papua, kata-kata itu punya nilai. Bisa jadi pengikat antara pemimpin dan masyarakat,” ujarnya.

Rifai menyebut, penggunaan pantun membuat suasana lebih cair. Pesan yang disampaikan tidak terasa kaku dan lebih mudah diterima.

Dalam pandangan Gubernur Matius Fakhiri, lanjut dia, kepemimpinan bukan hanya soal program dan kebijakan. Ada sisi lain yang tak kalah penting, yakni menjaga hubungan batin dengan rakyat.

“Pemimpin harus dekat. Bukan cuma lewat keputusan, tapi juga lewat cara bicara yang menyentuh,” ucapnya.

Ia menambahkan, pantun menjadi salah satu cara sederhana untuk merawat kedekatan itu. Ringan, tapi tetap mengandung makna.

“Kadang yang sederhana justru lebih sampai ke hati. Itu yang ingin dijaga,” katanya.

Rifai berharap penjelasan ini bisa menjawab pertanyaan publik. Sekaligus memberi gambaran bahwa gaya komunikasi juga bagian dari cara membangun kepercayaan.

“Yang penting, hubungan antara pemimpin dan rakyat tetap terjaga,” tutupnya.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *