Jayapura — Lapbiru.com
Persipura Jayapura hampir saja dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri. Menjamu PSS Sleman di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Sabtu (24/1/26), Mutiara Hitam dipaksa puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang 1-1.
Sejak menit awal, Persipura tampil dominan. Penguasaan bola mereka rapi, aliran serangan lebih sering mengalir dari lini tengah. Namun dominasi itu tak langsung berbuah hasil. PSS Sleman justru tampil lebih efektif.
Lewat skema serangan balik cepat di babak pertama, Laskar Sembada sukses mencuri gol. Sebuah penyelesaian dingin membuat gawang Persipura bergetar dan stadion mendadak senyap. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Masuk babak kedua, tekanan Persipura meningkat tajam. Serangan datang silih berganti, terutama dari kedua sisi sayap. Sayangnya, masalah lama kembali muncul. Finishing terburu-buru membuat sejumlah peluang terbuang percuma.
Kebuntuan baru pecah di menit-menit krusial. Bomber asing Persipura, Matheus da Silva, muncul sebagai pembeda. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti usai umpan silang matang, Matheus menyodok bola ke sudut gawang yang gagal diantisipasi kiper PSS Sleman. Skor berubah 1-1, stadion kembali bergemuruh.
“Gol itu penting untuk mengangkat mental tim. Tapi kami masih punya pekerjaan rumah soal penyelesaian akhir,” ujar salah satu pemain Persipura usai laga.
Di sisa waktu pertandingan, Persipura terus mengepung pertahanan PSS Sleman. Peluang tercipta, tekanan tak berhenti. Namun disiplin lini belakang tim tamu membuat skor tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang ini memaksa Persipura berbagi satu poin di kandang. Bukan hasil ideal, tapi cukup menjaga posisi mereka di papan tengah klasemen sementara. Bagi PSS Sleman, satu poin dari Sentani terasa seperti bonus berharga.











