Dekai – Lapbiru.com
Pemerintah Kabupaten Yahukimo akhirnya menyalurkan bantuan pangan tahap I tahun 2025 berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat di Dekai, Rabu (11/2/2026). Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram langsung mengingatkan, bantuan itu tidak boleh dijual kembali.
Penyaluran dipusatkan di Gedung Gereja Metanoia Lama, Dekai. Hadir dalam kegiatan itu Sekda Yahukimo Redison Manurung, Asisten II Setda Bongga Sumule, Wakapolres Yahukimo Kompol Ferry M. Mehue, serta pimpinan OPD, para kepala distrik, dan ketua RT/RW.
Bantuan yang dibagikan merupakan alokasi periode Oktober–November 2025. Namun, distribusinya baru terealisasi Februari 2026. Pemerintah daerah menyebut keterlambatan terjadi karena kendala cuaca dan transportasi laut.
Esau Miram mengatakan, tahun ini kuota bantuan meningkat dibanding sebelumnya. Jika tahun lalu Yahukimo menerima sekitar 400 ton beras, kini jumlahnya naik menjadi hampir 512 ton. Selain itu, ada tambahan 102.000 liter minyak goreng.
“Ini peningkatan yang patut kita syukuri. Dulu hanya beras, sekarang ada minyak goreng juga. Artinya perhatian pemerintah pusat ada,” kata Esau di hadapan warga.
Namun, ia tidak ingin bantuan itu disalahgunakan. Dengan nada tegas, Esau mengingatkan aparat distrik hingga RT/RW untuk mengawasi pembagian.
“Beras dan minyak ini untuk makan masyarakat, bukan untuk dijual. Kalau ada yang kedapatan jual di kios atau toko, kami tindak. Satpol PP sudah saya perintahkan pantau,” ujarnya.
Menurut Esau, sekitar 90 persen warga Yahukimo hidup sebagai petani. Mereka sangat bergantung pada ketersediaan bahan pangan, apalagi di tengah cuaca yang tidak menentu.
Ia meminta pembagian dilakukan adil. Minimal setiap keluarga menerima satu kemasan 10 kilogram.
“Jangan ambil hak orang. Kita ini orang beriman, tahu mana yang benar dan salah,” ucapnya.
Di sisi lain, Bulog Cabang Merauke membeberkan alasan keterlambatan distribusi. Mewakili kepala cabang, I Gede Juniarta menjelaskan, stok minyak goreng baru tiba di Merauke pada 29 Desember 2025. Setelah itu, kapal pengangkut juga datang terlambat.
Saat proses muat awal Januari 2026, hujan deras mengguyur Merauke. Aktivitas loading dari gudang ke kapal terhambat. Belum lagi cuaca buruk di laut yang memaksa kapal berteduh hampir sepekan di wilayah Wanama.
“Kami utamakan keselamatan. Kapal baru bisa sandar di Pelabuhan Dekai tanggal 31 Januari,” jelasnya.
Bulog mengaku terus berkoordinasi dengan Pemkab Yahukimo dan Badan Pangan Nasional agar masa penyaluran diperpanjang secara administrasi dan tetap sesuai aturan.
Penyaluran bantuan ini diharapkan bisa menahan gejolak harga dan menjaga dapur warga tetap menyala. Meski begitu, pengawasan di lapangan menjadi kunci. Pemerintah sudah menyalurkan. Kini tinggal memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang berhak.











