YAHUKIMO, Lapbiru.com – Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram resmi menutup Rapat Paripurna DPRK Masa Sidang I Tahun Sidang 2026, Senin (29/62026). Sidang tersebut menyepakati pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sekaligus menjadi pijakan penyusunan program pembangunan dan anggaran daerah pada tahun berikutnya.
Rapat yang berlangsung di gedung DPRK Yahukimo itu dihadiri pimpinan dan anggota DPRK, Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan BUMD, TP PKK, GOW, DWP, KNPI, GAMKI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sidang tersebut, DPRK bersama pemerintah daerah menetapkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran Pertanggungjawaban APBD 2025, serta mengesahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.
Esau mengatakan, kesepakatan yang dicapai menjadi bukti sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang terbuka dan bertanggung jawab.
“Penetapan Raperda, Rancangan Peraturan Bupati, serta pengesahan LKPJ ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab,” kata Esau.
Berdasarkan laporan realisasi APBD 2025, pendapatan daerah mencapai Rp1,834 triliun atau 95,45 persen dari target. Sementara realisasi belanja tercatat Rp1,798 triliun atau 94,05 persen. Penerimaan pembiayaan sebesar Rp1,3 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp50 miliar.
Esau juga memastikan pemerintah daerah telah menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) diminta mengawal penyelesaian seluruh rekomendasi tersebut dan melaporkan perkembangannya dalam waktu 60 hari kerja.
Usai penetapan di tingkat kabupaten, dokumen pertanggungjawaban APBD akan dikirim ke Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk dievaluasi sebelum memperoleh nomor registrasi dan berlaku secara resmi.
Menghadapi semester kedua Tahun Anggaran 2026, Esau meminta seluruh OPD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera merampungkan RKPD Perubahan sebagai dasar penyusunan KUA-PPAS Perubahan 2026. Di saat yang sama, penyusunan APBD Induk Tahun Anggaran 2027 juga harus berjalan sesuai jadwal.
Menurutnya, penerapan sistem digital melalui SIPD membuat setiap tahapan perencanaan dan penganggaran harus diselesaikan tepat waktu. Keterlambatan akan berdampak pada penilaian kinerja pemerintah daerah.
Esau mengungkapkan penyaluran dana transfer tahap pertama dari pemerintah pusat telah berjalan, mencakup DAK, Dana Otonomi Khusus, Dana Desa, Dana Insentif Fiskal, dan TKH Provinsi. Karena itu, seluruh OPD diminta segera melengkapi perubahan data RAP Otsus melalui SIPD agar pencairan tahap kedua dapat dilakukan pada awal Juli.
Selain fokus pada pengelolaan anggaran, pemerintah daerah juga diminta mengantisipasi dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap perekonomian masyarakat. Penyaluran bantuan sosial seperti beras, minyak goreng, PKH, dan raskin harus dipastikan tepat sasaran.
Di sektor ekonomi, Pemkab Yahukimo terus memperkuat ketahanan pangan melalui 246 subkegiatan di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Pemerintah juga tetap memprioritaskan pembangunan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi. Esau menegaskan aksi pembakaran sekolah maupun fasilitas kesehatan harus dihentikan karena merugikan masa depan masyarakat.
“Sekolah dan fasilitas kesehatan adalah investasi untuk generasi Papua. Jangan lagi ada tindakan yang merusak masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Esau menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut.
Ia juga mengumumkan pemerintah akan menertibkan seluruh aset daerah, baik aset bergerak maupun tidak bergerak, termasuk kendaraan dan rumah dinas melalui pembentukan tim khusus.
Di akhir sambutannya, Esau mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, sekolah, dan orang tua memperkuat pembinaan generasi muda agar terhindar dari minuman keras, pencurian, aksi pembakaran, serta berbagai bentuk kenakalan remaja.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang kita siapkan hari ini. Mari bergandengan tangan membangun generasi Yahukimo yang cerdas, sehat, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” tutupnya.











