Bupati Didimus Yahuli Buka Peluang Beasiswa Kedokteran bagi Putra-Putri Asli Papua, Target Cetak Dokter Spesialis dari Daerah

banner 468x60

YAHUKIMO, Lapbiru.com – Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, memastikan pemerintah daerah akan mendorong lahirnya lebih banyak dokter Orang Asli Papua (OAP) melalui program beasiswa pendidikan kedokteran. Program itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan di Papua Pegunungan.

Komitmen tersebut disampaikan Didimus usai menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Program Prioritas Nasional bidang kesehatan sekaligus serah terima aset kesehatan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di Wamena, penguatan layanan kesehatan di Wamena. Menurutnya, pertemuan itu membahas percepatan pembangunan fasilitas kesehatan sekaligus penyiapan sumber daya manusia di bidang medis.

Didimus mengatakan, pemerintah tidak hanya fokus membangun rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap, tetapi juga menyiapkan tenaga kesehatan yang berasal dari putra-putri asli Papua.

“Kami berharap anak-anak Papua, khususnya dari Yahukimo, bisa mengambil pendidikan dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Pemerintah daerah akan memberikan rekomendasi, sedangkan beasiswanya disiapkan oleh kementerian,” kata Didimus. Sabtu,(27/6/2026).

Ia menjelaskan, peserta yang ingin mengikuti program tersebut harus melalui proses seleksi. Selain memiliki kemampuan akademik yang baik, calon penerima beasiswa juga harus memiliki panggilan jiwa untuk mengabdi di bidang kesehatan.

Didimus mengajak lulusan SMA maupun siswa yang akan menyelesaikan pendidikan menengah agar mulai mempersiapkan diri jika bercita-cita menjadi tenaga medis.

“Bukan hanya dokter. Bisa juga menjadi apoteker, tenaga bedah, maupun profesi kesehatan lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat Papua Pegunungan,” ujarnya.

Untuk menjaring calon mahasiswa, Pemerintah Kabupaten Yahukimo akan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, manajemen rumah sakit, hingga Sekretaris Daerah. Tim tersebut akan menyusun mekanisme seleksi sebelum pendaftaran dibuka.

“Kami akan duduk bersama dulu, membahas mekanisme seleksi. Setelah itu baru kami umumkan kepada masyarakat. Semua kabupaten juga akan melakukan langkah yang sama,” jelasnya.

Didimus menargetkan setiap tahun dapat mengirim sekitar 20 hingga 30 anak yang memenuhi syarat akademik dan memiliki karakter yang sesuai untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan.

Dalam kegiatan di Wamena itu, hadir pula sejumlah dokter spesialis dari berbagai rumah sakit ternama di Indonesia. Mereka berasal dari berbagai bidang keahlian, mulai dari spesialis jantung, bedah saraf, kesehatan anak, hingga kandungan.

Menurut Didimus, kehadiran para dokter tersebut menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Papua Pegunungan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan tenaga medis.

Selain membahas pengembangan layanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Yahukimo juga menerima hibah dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk mendukung pembangunan sejumlah fasilitas.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Pegunungan atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Yahukimo, baik untuk pembangunan fasilitas rumah sakit maupun pembangunan lainnya,” tutup Didimus.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply