Jayapura, — Gelombang dukungan untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri – Aryoko Rumaropen (MDF-AR), terus menguat.
Kali ini datang dari masyarakat Grime di Kabupaten Jayapura, yang tengah mempersiapkan Deklarasi Akbar dan Konsolidasi Besar guna menyatakan komitmen politik mereka.
Acara deklarasi yang semula direncanakan pada Kamis, 19 Juni 2025, resmi dijadwalkan ulang menjadi Sabtu, 21 Juni 2025. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Eymus Weya, Ketua Koalisi MDF-AR Kabupaten Jayapura.
“Penjadwalan ulang dilakukan demi memastikan persiapan maksimal. Deklarasi ini bukan hanya seremoni, tapi pernyataan sikap politik masyarakat Grime yang menginginkan perubahan nyata bagi Papua,” ujar Eymus.
Kegiatan ini akan menjadi ajang konsolidasi besar masyarakat adat, tokoh pemuda, dan simpatisan MDF-AR dari berbagai distrik di kawasan Grime, termasuk Yapsi, Karya Bumi, dan Nimbokrang.
Tokoh Pemuda Grime, Alexander Tecuari, menyatakan bahwa masyarakat Grime secara kultural dan historis sangat terbuka terhadap perubahan dan keberagaman.
“Grime siap menyambut Bapak MDF sebagai Gubernur Papua. Kami adalah masyarakat yang terbuka dan cinta akan perubahan. Bukti nyatanya, kami hidup berdampingan dengan warga trans dari berbagai wilayah – Yapsi, Karya Bumi, hingga Nimbokrang tanpa diskriminasi,” tutur Alexander.
Ia menegaskan bahwa nilai kehidupan masyarakat Grime menjunjung tinggi persatuan tanpa sekat identitas.
“Kami tidak membedakan orang. Bagi kami, sesama anak Papua maupun non-Papua memiliki hak yang sama untuk hidup, bekerja, dan berkontribusi di tanah ini,” tambahnya.
Deklarasi akbar ini diperkirakan akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah politik lokal Kabupaten Jayapura, dan diharapkan memberikan efek elektoral signifikan bagi MDF-AR dalam menghadapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025.










