SENTANI, Lapbiru.com – Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey meminta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayapura diberi ruang untuk menjalankan pemerintahan tanpa tekanan terkait pembagian proyek. Pernyataan itu disampaikan, Kamis, (2/7/2026).
Frangklin mengaku prihatin dengan munculnya pihak-pihak yang, menurut dia, menekan kepala daerah menggunakan alasan mewakili pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Jayapura. Ia juga mengklaim pihak tersebut berasal dari kelompok yang menjadi lawan politik pada Pilkada Kabupaten Jayapura 2024.
Frangklin menilai desakan agar memperoleh pekerjaan proyek tidak tepat dilakukan di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pemerintahan yang baru masih berupaya menata program kerja di tengah keterbatasan anggaran.
“Kita kerja untuk memenangkan bupati dan wakil bupati. Dulu waktu kita kalah, kita hanya diam melihat yang menang menikmati hasilnya. Sekarang kita yang menang, justru lawan politik juga ingin menikmati bagian,” tulis Frangklin.
Menurutnya, tim pemenangan telah mengorbankan banyak hal selama proses Pilkada, mulai dari waktu, tenaga, pikiran hingga biaya. Karena itu, ia meminta semua pihak menghormati hasil demokrasi dan tidak memaksa pemerintah daerah memenuhi kepentingan tertentu.
Frangklin juga menyinggung kondisi fiskal Kabupaten Jayapura yang disebutnya sedang terganggu. Menurut dia, kebijakan efisiensi anggaran serta pelaksanaan sejumlah program nasional membuat ruang fiskal daerah semakin terbatas sehingga berbagai program daerah belum dapat berjalan optimal.
“Saat ini fiskal anggaran lagi terganggu. APBD menurun karena banyak program nasional yang harus dijalankan. Jadi belajar sabar dan berhenti ribut menuntut bagian,” katanya.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Jayapura, mulai dari tanah, danau, laut, sungai hingga hutan, sebagai sumber penghidupan. Menurutnya, kesejahteraan tidak hanya bergantung pada proyek pemerintah, tetapi juga dapat dibangun melalui kerja dan pengelolaan potensi daerah.











