YAHUKIMO, – Lapbiru com
Pemerintah Kabupaten Yahukimo bergerak cepat merespons bencana tanah longsor yang melanda Distrik Pronggoli. Pada Minggu (1/3/2026), Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, beserta jajaran terkait melakukan kunjungan kerja kemanusiaan secara langsung ke lokasi bencana untuk meninjau kondisi warga terdampak sekaligus mendistribusikan bantuan.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yahukimo, pemerintah daerah telah mengerahkan empat penerbangan (flight) ke Distrik Pronggoli. Tiga penerbangan difokuskan untuk mengangkut kebutuhan dasar masyarakat, sementara satu penerbangan membawa rombongan Bupati beserta tim untuk memberikan penguatan moril dan melakukan ibadah bersama warga setempat di Jemaat GKI Sion, Pronggoli.
Melihat langsung masyarakat terdampak dan turut beribadah bersama, Bupati Didimus Yahuli menyampaikan rasa empatinya yang mendalam kepada para korban.
”Saya mengucap syukur kepada Tuhan karena ada dorongan dari dalam hati untuk mengunjungi masyarakat di sini, untuk melihat dari dekat. Karena 73 rumah tertimbun tanah, dan juga harta benda semua ditimbun oleh longsor. Itu berarti mereka dalam posisi sedih dan susah. Di situ pemimpin harus hadir untuk memberi penguatan,” ungkap Bupati Didimus Yahuli di lokasi bencana.
Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut adalah Kepala BPBD, Kepala Dinas Kominfo, anggota DPRD, serta para staf dan tokoh masyarakat setempat. Bupati menegaskan bahwa seluruh kebutuhan logistik warga saat ini telah dicukupkan dan pemerintah daerah akan memimpin langsung proses rekonstruksi.
”Segala sesuatu yang diperlukan di sini kita sudah cukupkan. Bencana ini adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Kita sanggup dan mampu, tentunya dengan pertolongan Tuhan dan dukungan pemerintah atasan, kami bisa mengatasi ini semua,” tegasnya.
Fokus Pembangunan Kembali 73 Unit Honai
Sebagai langkah pemulihan pascabencana, Pemkab Yahukimo segera memulai proyek gotong royong untuk membangun kembali 73 unit honai warga yang hancur. Mulai Senin besok, pemerintah akan memobilisasi sumber daya manusia dan material secara besar-besaran.
Bupati Didimus memaparkan rencana aksi tersebut secara rinci. “Besok kami kirim pemuda dari Sentani satu flight, dari Dekai satu flight, dan dari Wamena melalui jalan darat sampai di Yogosem, lalu mereka akan jalan kaki ke sini. Mereka akan gotong royong belah kayu dan sebagainya menggunakan cara kearifan lokal orang Yali,” jelasnya.
Berdasarkan data operasional penanganan bencana, langkah taktis yang akan dilakukan pada fase rekonstruksi meliputi:
* Pengangkutan 1 ton BBM untuk mendukung pengerjaan 73 unit honai.
* Pengerahan 1 penerbangan pemuda dari Dekai ke Pronggoli.
* Pengerahan 1 penerbangan pemuda dari Jayapura ke Pronggoli.
* Pengerahan 2 unit mobil strada dari Wamena untuk membantu pendistribusian penyediaan kayu bangunan.
* Penyediaan akses internet berbasis satelit (Starlink) di Pronggoli untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi kebencanaan.
* Penyediaan mesin babat rumput untuk pemeliharaan lapangan terbang Pronggoli guna kelancaran arus logistik.
Sebagai penutup, Bupati Yahukimo berjanji akan kembali ke Pronggoli setelah proses pembangunan selesai untuk menyerahkan rumah tersebut kepada warga.
”Setelah itu (pembangunan selesai), saya akan datang, meresmikan honai-honai itu, dan kita akan melakukan pengucapan syukur sekaligus menutup masa tanggap bencana,” pungkas Bupati Didimus.











