NABIRE — Lapbiru.com
DPW PPP Papua Tengah membantah keras tudingan adanya perpecahan di tubuh partai hingga ke tingkat bawah. Ketua DPW PPP Papua Tengah, Nason Utty, menegaskan kondisi internal partai di daerah tetap solid dan fokus pada agenda konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Menurut Nason, pernyataan Sekjen DPP PPP yang menyebut adanya konflik hingga level DPC, PAC, dan ranting tidak sesuai fakta di lapangan. Ia menilai narasi itu justru menyesatkan publik.
“Tidak benar ada perpecahan. Kami di daerah solid. Fokus kami jelas, konsolidasi dan pembentukan struktur sampai ke tingkat bawah,” kata Nason dalam keterangannya. Sabtu ( 25/4/2026).
Ia menjelaskan, seluruh kader di Papua Tengah saat ini tengah bekerja keras menyiapkan kelengkapan administrasi partai. Proses verifikasi, pembentukan PAC, hingga penguatan ranting terus berjalan.
Nason menyebut, kerja-kerja itu dilakukan sejalan dengan keputusan partai dalam muktamar dan mukernas. Termasuk agenda musyawarah cabang (muscab) yang sedang berlangsung.
“Kami ini di lapangan berdarah-darah untuk membesarkan partai. Jadi kalau dibilang pecah, itu tidak sesuai kenyataan,” ujarnya.
Ia bahkan menilai, pernyataan Sekjen menunjukkan ketidaktahuan terhadap agenda internal partai. Tidak hanya itu, ia juga menuding ada upaya menciptakan opini negatif yang bisa mengganggu jalannya program partai.
“Kalau tidak mengikuti agenda partai, jangan membuat narasi yang seolah-olah partai bermasalah. Itu justru merusak,” tegasnya.
DPW PPP Papua Tengah, lanjut Nason, saat ini sepenuhnya fokus menatap Pemilu 2029. Target kemenangan menjadi prioritas, dengan penguatan struktur hingga akar rumput.
Ia meminta Sekjen menghentikan pernyataan yang dinilai memicu kegaduhan. Menurutnya, kondisi seperti itu justru membuat citra partai di mata publik menjadi buruk.
“Hentikan isu-isu yang tidak benar. Publik jadi berpikir partai ini bermasalah, padahal tidak,” katanya.
Nason juga menyinggung posisi Sekjen yang saat ini merangkap jabatan di pemerintahan daerah. Ia menilai perlu ada kejelasan fokus antara mengurus partai atau menjalankan tugas pemerintahan.
“Silakan pilih, mau fokus di pemerintahan atau di partai. Atau kalau bisa bagi waktu dengan baik, itu juga tidak masalah,” ujarnya.
Ia menambahkan, PPP memiliki banyak kader potensial di seluruh Indonesia. Termasuk dari Indonesia Timur yang dinilai siap jika diberi kepercayaan lebih besar di tingkat nasional.
“Kader PPP banyak dan siap. Tidak harus selalu dari Jawa. Indonesia Timur juga punya kapasitas,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Nason menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dalam tubuh partai. Ia berharap kepengurusan nasional bisa lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan ke publik.
“Partai ini besar karena kebersamaan. Jangan dirusak dengan narasi yang tidak sehat,” tutupnya.











