SARMI, Lapbiru.com — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Papua, Muflih Musaad, membeberkan sejumlah instruksi penting Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, usai meninjau langsung kondisi masyarakat di Kabupaten Sarmi, Jumat (15/5/2026).
Salah satu yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah persoalan jalan produksi warga hingga pengembangan industri kelapa rakyat yang dinilai punya potensi besar mendongkrak ekonomi masyarakat.
Muflih mengatakan kunjungan kerja gubernur ke Distrik Bonggo, Pantai Timur hingga Sarmi Kota dilakukan untuk memastikan program pembangunan benar-benar sesuai kondisi lapangan.
“Pak Gubernur ingin melihat langsung kondisi masyarakat. Jadi arah pembangunan benar-benar berdasarkan kebutuhan warga di lapangan,” kata Muflih.
Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah menemukan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Komoditas kelapa disebut menjadi salah satu sektor unggulan yang akan diperkuat Pemprov Papua.
Saat meninjau Papua Home Industri Kelapa (PIKO), rombongan gubernur melihat masyarakat mulai mengembangkan produksi virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni meski masih dalam skala terbatas.
“Masyarakat punya semangat tinggi. Mereka mulai mengolah hasil kebun menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.
Di sisi lain, warga juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. Mulai dari harga kelapa yang belum stabil hingga akses jalan produksi menuju perkebunan yang masih terbatas.
Menurut Muflih, seluruh aspirasi masyarakat itu langsung mendapat perhatian gubernur dan akan ditindaklanjuti melalui program pemerintah daerah.
“Pak Gubernur minta semua kebutuhan masyarakat yang ditemukan di lapangan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Pemprov Papua kini sedang melakukan harmonisasi program agar bisa masuk dalam APBD Perubahan maupun APBD 2027. Fokusnya bukan hanya pembangunan infrastruktur jalan produksi, tetapi juga penguatan industri pengolahan kelapa rakyat.
Pemerintah juga menyiapkan modernisasi alat produksi dan mekanisasi untuk meningkatkan kapasitas industri PIKO di Sarmi.
Sebagai dukungan konkret, Pemprov Papua menyerahkan 3.500 bibit kelapa hibrida kepada masyarakat Kabupaten Sarmi.
“Bibit kelapa hibrida ini masa panennya relatif cepat, sekitar 2,5 tahun. Harapannya bisa meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat,” tutup Muflih.











