JAYAPURA, Lapbiru.com – Satu per satu janji kampanye Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen (Mariyo) mulai direalisasikan. Kali ini, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan Papua resmi meluncurkan program pembinaan calon taruna sekolah kedinasan sebagai upaya menyiapkan generasi muda Papua menembus berbagai sekolah kedinasan milik pemerintah.
Program tersebut diumumkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Papua, Marthen Medlama, di Jayapura, Jumat (26/6/2026). Sebanyak 30 peserta menjadi angkatan pertama yang akan menjalani pembinaan selama tujuh hingga sembilan bulan sebelum mengikuti seleksi nasional.
“Dinas Pendidikan Papua resmi memulai seleksi program pembinaan masuk sekolah kedinasan dengan kuota awal sebanyak 30 peserta yang akan dibina selama tujuh hingga sembilan bulan sebelum mengikuti seleksi nasional,” kata Medlama.
Ia menjelaskan, pembinaan dilakukan bekerja sama dengan lembaga Patriot Muda. Program ini tidak hanya mengarahkan peserta ke Akademi Militer (Akmil) maupun Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), tetapi juga berbagai sekolah kedinasan di bawah kementerian dan lembaga negara.
Agar kesempatan terbuka bagi seluruh daerah, kuota peserta dibagi ke delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua. Langkah itu dilakukan supaya tidak ada daerah yang tertinggal dalam proses rekrutmen.
Medlama memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung terbuka dan bebas intervensi.
“Kita tidak mau ada campur tangan. Tidak ada perlakuan khusus, tidak ada titipan. Semua harus berlomba secara terbuka sesuai kemampuan dan memenuhi kriteria yang ditentukan sekolah kedinasan,” tegasnya.
Selain kemampuan akademik, kondisi fisik peserta juga menjadi bagian penting dalam penilaian karena setiap sekolah kedinasan memiliki persyaratan yang berbeda.
Dinas Pendidikan Papua juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota melalui surat resmi kepada para bupati dan wali kota agar proses seleksi dapat difasilitasi oleh dinas pendidikan setempat.
Menurut Medlama, Patriot Muda dipilih sebagai mitra karena memiliki pengalaman membina peserta hingga berhasil lolos ke berbagai sekolah kedinasan.
Tak hanya itu, Pemprov Papua juga mulai menjalankan program bantuan penyelesaian studi bagi mahasiswa semester akhir. Pada tahap awal, sekitar 120 mahasiswa akan menerima bantuan tersebut. Pemerintah juga sedang mengupayakan penambahan anggaran agar jumlah penerima bisa meningkat hingga sekitar 4.500 mahasiswa.
Sementara itu, program beasiswa reguler juga tengah difinalisasi dan ditargetkan mulai bergulir pada tahun ajaran mendatang.
Melalui sejumlah program itu, Pemprov Papua berharap semakin banyak putra-putri Papua memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi, masuk sekolah kedinasan, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kami juga menegaskan bahwa seluruh proses akan dilaksanakan secara transparan dengan mengedepankan pemerataan kesempatan bagi seluruh putra-putri Papua,” pungkas Medlama.











