Program BBM Satu Harga Belum Maksimal, Gubernur Papua Usul Bangun Depot dan Perkuat Distribusi

banner 468x60

JAKARTA, Lapbiru.com – Program BBM Satu Harga di Papua dinilai belum berjalan maksimal. Pemerintah Provinsi Papua pun mengusulkan penambahan kapasitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) serta pembangunan depot penyimpanan di sejumlah kabupaten untuk memperkuat distribusi hingga ke wilayah terpencil.

Usulan itu disampaikan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri ( MDF), setelah melihat langsung kondisi penyaluran BBM di beberapa daerah.

Menurutnya, pemerataan harga BBM tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan, tetapi harus ditopang jaringan distribusi yang mampu menjangkau seluruh wilayah.

“Hasil kunjungan kami ke Waropen, Kepulauan Yapen, dan Numfor menunjukkan kapasitas penyaluran BBM masih perlu ditingkatkan. Kalau titik distribusinya diperkuat, pasokan ke daerah lain akan lebih lancar,” kata MDF di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Dia menjelaskan, keterlambatan distribusi masih menjadi persoalan utama yang memicu tingginya harga BBM di sejumlah daerah. Ketika pasokan terlambat masuk, harga di tingkat pengecer langsung melonjak jauh di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.

MDF mencontohkan kondisi di Kabupaten Mamberamo Raya. Harga BBM yang semestinya berada di kisaran Rp9.000 per liter bisa naik hingga sekitar Rp15.000 per liter akibat terganggunya distribusi.

“Kondisi ini tentu sangat memberatkan masyarakat. Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menambah kapasitas pasokan agar distribusi tidak lagi terlambat. Setelah itu kami terus mendorong program BBM Satu Harga diterapkan secara menyeluruh di Papua,” ujarnya.

Selain menambah pasokan, Pemprov Papua juga mengusulkan pembangunan depot BBM di sejumlah kabupaten sebagai pusat penyimpanan cadangan. Keberadaan depot diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok sekaligus mempercepat distribusi ke daerah yang selama ini sering mengalami keterlambatan pasokan.

Pemprov Papua berharap pemerintah pusat bersama PT Pertamina segera merealisasikan penguatan infrastruktur distribusi energi di Tanah Papua. Langkah tersebut diyakini dapat menjaga stabilitas harga BBM, mengurangi kesenjangan harga antarwilayah, dan memastikan masyarakat di daerah terpencil menikmati akses energi dengan harga yang lebih terjangkau.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply