Doa Restu Bukan Mandat Rakyat

banner 468x60

Penulis : Eymus Weya, ST

Ketua Koalisi MDF- AR Kabupaten Jayapura
Menghormati senior dan tokoh besar seperti Kaka BAS ( Barnabas Suebu) adalah keharusan. Beliau punya sejarah panjang dalam kepemimpinan Papua. Tapi mari kita jujur masa depan Papua tidak ditentukan oleh nostalgia masa lalu atau restu individu, seberapa pengaruh apa pun dia. Papua hari ini butuh keberanian, bukan sekadar romantisme terhadap pemimpin lama.
BTM-CK bukan representasi perubahan. Mereka adalah bagian dari lingkaran kekuasaan lama yang justru memperpanjang status quo. 
Apa yang mereka tawarkan bukan hal baru, tetapi pengulangan dari pola lama kekuasaan yang elitis, tertutup, dan berbasis patronase.
Doa restu dari tokoh senior tidak bisa dijadikan tolok ukur kelayakan. Kita sudah terlalu sering dikecewakan oleh nama-nama besar yang tampak hebat di atas kertas, tapi gagal hadir di tengah rakyat saat dibutuhkan. Kini, rakyat Papua harus mengambil alih arah sejarahnya sendiri  bukan disetir oleh endorsement dari elite masa lalu.
Jangan biarkan masa depan Papua ditentukan oleh simbol dan narasi yang membungkus politik identitas. Tanggal 6 Agustus 2025 adalah waktu rakyat, bukan waktu elite. Pilihlah Paslon no urut 2 Mathius D Fakhiri- Aryoko Rumaropen yang lahir dari kerja Nyata. Papua butuh Kerja Kongkrit, Rakyat kenyang dan harmonis.
Papua baru butuh wajah baru. Bukan kemasan lama dengan slogan baru.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *