Temui Menlu Sugiono, Gubernur MDF Dorong Papua Jadi Gerbang Diplomasi Indonesia ke Kawasan Pasifik

banner 468x60

JAKARTA, Lapbiru.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri( MDF) membawa gagasan besar saat bertemu Menteri Luar Negeri Sugiono di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Papua didorong menjadi gerbang diplomasi Indonesia menuju kawasan Pasifik melalui olahraga, budaya, dan pariwisata.

Pertemuan yang juga dihadiri Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Ani Nigeriawari itu membahas strategi bertajuk Papua Pacific Gateway Strategy. Konsep tersebut menempatkan Papua sebagai jembatan hubungan Indonesia dengan negara-negara Melanesia dan Pasifik melalui pendekatan yang lebih humanis atau soft diplomacy.

MDF mengatakan, olahraga dan pariwisata merupakan cara paling efektif membangun hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkenalkan wajah Papua kepada dunia.

“Hari ini saya datang ke Kementerian Luar Negeri untuk membicarakan bagaimana olahraga bisa menjadi jembatan, kemudian budaya dan pariwisata menjadi pendekatan yang paling lunak dalam membangun pandangan positif tentang Papua,” katanya.

Menurutnya, strategi itu tidak berhenti pada penyelenggaraan event internasional. Yang lebih penting, masyarakat negara-negara Pasifik dapat melihat langsung perkembangan Papua.

“Kalau atlet maupun wisatawan dari negara-negara Pasifik datang ke Papua, mereka akan melihat sendiri bagaimana perkembangan daerah ini, fasilitas yang ada, hingga kehidupan masyarakat. Saat mereka pulang, mereka akan menceritakan sendiri kemajuan dan potensi Papua kepada negaranya,” ujarnya.

MDF menambahkan, pembangunan rumah sakit, peningkatan layanan pendidikan, hingga pengembangan infrastruktur yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua juga menjadi bagian dari upaya memperkuat citra positif Papua di mata dunia.

“Semua yang selama ini kami bangun, mulai dari rumah sakit, pendidikan hingga fasilitas lainnya merupakan bagian penting untuk menunjukkan bahwa Papua terus berkembang,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Pemprov Papua juga meminta dukungan Kementerian Luar Negeri agar menjadi koordinator lintas kementerian dan lembaga dalam merealisasikan program diplomasi berbasis Papua.

“Kami berharap Pak Menteri Luar Negeri sebagai diplomat Indonesia dapat menjadi leader yang mengoordinasikan kementerian dan lembaga sehingga seluruh program ini bisa dilaksanakan di Provinsi Papua,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Agustus 2026. Sejumlah negara di kawasan Pasifik akan diundang mengikuti agenda olahraga internasional yang digelar di Papua.

Selain itu, Papua juga berpeluang menjadi tuan rumah turnamen sepak bola U-18 dalam ajang Piala Kemerdekaan. Menurut Fakhiri, fasilitas olahraga di Jayapura telah siap mendukung pelaksanaan kegiatan berskala internasional.

“Pada Agustus nanti kami mulai dengan beberapa kegiatan. Negara-negara Pasifik akan kami undang. Kami juga mendapat informasi mengenai Piala Kemerdekaan U-18 yang memungkinkan beberapa negara datang ke Papua. Kami siap menyelenggarakannya di Jayapura karena fasilitas olahraga yang dibangun sudah sangat memadai,” ucapnya.

Melalui Papua Pacific Gateway Strategy, Pemprov Papua juga mendorong penyelenggaraan berbagai ajang olahraga Melanesia, penguatan koridor budaya Melanesia, pembukaan konektivitas internasional melalui Bandara Sentani dan Bandara Frans Kaisiepo Biak, serta pengembangan kerja sama lintas batas Indonesia dengan Papua Nugini.

Strategi tersebut diharapkan mempererat hubungan masyarakat Indonesia dengan negara-negara Pasifik sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian penting dari kawasan Melanesia dan Pasifik.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply