Wabup Jayawijaya Tegaskan Bentrokan Lani–Yali Ulah Oknum, Bukan Konflik Suku

banner 468x60

Wamena — Lapbiru.com
Aksi saling serang antara Suku Lani dan Suku Yali yang pecah di Wamena dipastikan tidak melibatkan seluruh anggota suku.

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere menegaskan, bentrokan itu dipicu oleh segelintir oknum yang mengatasnamakan suku.

“Ini penting saya luruskan. Yang terlibat itu oknum, bukan suku. Jangan tarik persoalan ini menjadi konflik antarwarga secara luas,” kata Ronny di Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (20/1/2026).

Bentrok berdarah tersebut terjadi setelah proses mediasi kasus pembunuhan di Polres Jayawijaya gagal mencapai kesepakatan. Ketegangan yang tak terkelola berujung aksi saling serang dan menelan korban jiwa.

Ronny meminta aparat menindak tegas pelaku kekerasan tanpa menyasar kelompok secara umum. Menurutnya, penegakan hukum harus fokus pada individu yang bertanggung jawab.

“Yang salah diproses hukum. Jangan masyarakat yang tidak tahu apa-apa ikut menanggung akibatnya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Situasi yang panas, kata Ronny, hanya akan memperpanjang luka dan menghambat aktivitas masyarakat.

“Mari jaga keamanan dan ketertiban. Jangan terpancing isu atau hasutan,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjut Ronny, mendorong penyelesaian konflik lewat jalur hukum positif. Kekerasan bukan solusi, apalagi melibatkan warga yang tidak bersalah.

“Kita harus hentikan siklus balas dendam. Semua bisa diselesaikan secara hukum,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ronny mengingatkan posisi strategis Jayawijaya sebagai pusat aktivitas di wilayah Pegunungan.

Gangguan keamanan di Wamena akan berdampak luas ke daerah lain. “Jayawijaya ini barometer tujuh kabupaten. Kalau di sini kacau, daerah lain ikut terdampak,” ucapnya.

Ia juga menyentil soal kondisi sosial Papua. Jumlah orang Papua yang terbatas seharusnya menjadi alasan kuat untuk menahan diri.

“Orang Papua ini sudah sedikit. Jangan baku bunuh. Saya sudah pastikan ke semua pihak, yang terlibat hanya oknum. Jadi masyarakat jangan terprovokasi,” katanya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *