Jayawijaya — Lapbiru.com
Bentrok antarwarga yang melibatkan Suku Lani dan Suku Yali di Jayawijaya kembali memakan korban. Pemerintah daerah angkat suara.
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere menegaskan, konflik tersebut tidak mewakili sikap seluruh anggota suku, melainkan dipicu oleh segelintir oknum.
Penegasan itu disampaikan Ronny melalui siaran pers di Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (20/1). Ia meminta aparat bertindak tegas dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.
“Saya ingin menegaskan, ini bukan konflik antarsuku. Yang terlibat hanya oknum yang mengatasnamakan suku. Jangan bawa-bawa nama suku secara keseluruhan,” kata Ronny.
Konflik diketahui pecah usai mediasi penyelesaian kasus pembunuhan di Polres Jayawijaya tidak mencapai kesepakatan. Situasi yang semula terkendali berubah menjadi bentrokan terbuka. Korban jiwa pun tak terhindarkan.
Ronny meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Ia mengingatkan, kekerasan hanya akan memperpanjang daftar luka di Jayawijaya.
“Kami minta masyarakat tidak terprovokasi. Jaga keamanan dan ketertiban. Jangan biarkan emosi sesaat merusak masa depan daerah ini,” ujarnya.
Menurut Ronny, penyelesaian konflik harus dikembalikan ke jalur hukum positif. Negara hadir untuk menindak pelaku, bukan menghakimi kelompok.
“Kalau ada masalah, selesaikan lewat hukum. Jangan libatkan warga yang tidak bersalah. Kekerasan bukan solusi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan posisi strategis Jayawijaya sebagai barometer bagi tujuh kabupaten lain di Papua Pegunungan. Stabilitas daerah, kata dia, menjadi kunci pembangunan kawasan secara keseluruhan.
“Jayawijaya ini wajah Papua Pegunungan. Kalau di sini tidak aman, daerah lain ikut terdampak. Jangan biarkan kekerasan menghancurkan kemajuan yang sudah kita bangun,” ucap Ronny.
Dengan nada lebih personal, Ronny menyampaikan pesan kemanusiaan. Ia menegaskan jumlah orang Papua tidak banyak dan konflik horizontal hanya akan saling menghabisi.
“Orang Papua ini sudah sedikit. Jangan baku bunuh. Saya sudah pastikan ke semua pihak, baik Suku Yali maupun Suku Lani, faktanya yang terlibat hanya oknum. Jadi saya tegaskan, masyarakat jangan terprovokasi,” katanya.











