NABIRE, Lapbiru.com – Ketua DPW PPP Papua Tengah Nason Utty menegur keras Freni Anouw karena menggunakan atribut Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan mengklaim diri sebagai Ketua PPP Papua Tengah. Nason menegaskan Freni sudah tidak lagi menjadi pengurus partai sehingga tidak memiliki kewenangan menyampaikan pernyataan atas nama PPP.
DPW PPP Papua Tengah memberikan waktu 2×24 jam kepada Freni Anouw untuk mengklarifikasi sekaligus mencabut pernyataan yang telah disampaikan melalui media. Jika ultimatum itu diabaikan, partai menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
“Kami meminta saudara Freni Anouw segera memberikan klarifikasi dan mencabut pernyataan yang mengatasnamakan PPP Papua Tengah. Saudara sudah bukan lagi pengurus partai, jadi tidak berhak berbicara atas nama PPP,” kata Nason Utty. Senin, (6/7/2026).
Nason juga meminta media yang memuat pernyataan Freni memberikan ruang hak jawab dan mencabut pemberitaan yang menyebut Freni mewakili PPP Papua Tengah. Menurutnya, pernyataan tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menegaskan PPP Papua Tengah tetap berada di garis perjuangan rakyat. Partai, Lanjut Nason , akan terus mengawal pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan tidak akan membenarkan kebijakan yang dinilai mengabaikan kepentingan rakyat.
“PPP Papua Tengah berpihak kepada rakyat. Kami tidak pernah memberi dukungan terhadap kebijakan yang tidak menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Nason juga menyinggung situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua Tengah. Ia menyebut berbagai konflik yang terjadi di Intan Jaya, Mimika, Nabire, hingga Puncak telah menimbulkan korban jiwa dan penderitaan masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, gubernur dinilai memiliki tanggung jawab untuk melaporkan perkembangan situasi kepada Presiden, DPR RI, dan DPD RI agar mendapat penanganan yang lebih menyeluruh.
“Kami prihatin dengan kondisi masyarakat yang terus menghadapi konflik. Jangan menggunakan atribut partai untuk menyampaikan pernyataan yang tidak mewakili sikap resmi PPP,” tegasnya.
Nason kembali mengingatkan Freni Anouw agar tidak lagi memakai atribut maupun mengatasnamakan PPP Papua Tengah dalam setiap aktivitas politik. Ia memastikan partai tidak akan tinggal diam apabila peringatan tersebut diabaikan.
“Kalau masih mengulangi perbuatan yang sama, kami akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.











