Anike Bahabol Sampaikan Klarifikasi Dan Permohonan Maaf Terhadap Dokter RSUD Dekai dan Siap Terima Sanksi ASN

banner 468x60

YAHUKIMO, Lapbiru.com – Anike Bahabol akhirnya mencabut seluruh isi rekaman suara yang sempat viral di media sosial dan memicu keresahan di Kabupaten Yahukimo.

Dalam pertemuan di RSUD Dekai, Senin (6/7/2026), ia menyatakan rekaman tersebut tidak benar, meminta maaf secara terbuka, serta siap menerima sanksi sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Klarifikasi itu disampaikan dalam forum yang dimediasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo, Aser Sobolim. Pertemuan dihadiri dokter, tenaga kesehatan, manajemen RSUD Dekai, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

Suasana pertemuan berlangsung terbuka. Seluruh pihak diberi kesempatan menyampaikan pandangan untuk menyelesaikan persoalan yang sempat memicu ketegangan dan menurunkan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Dekai.

Di hadapan peserta, Anike menegaskan seluruh isi rekaman suara yang beredar tidak sesuai fakta.

“Saya menyatakan yang sebenar-benarnya bahwa rekaman suara yang beredar di media sosial itu tidak benar dan pada hari ini saya menarik kembali secara resmi seluruh pernyataan tersebut,” katanya.

Ia juga meluruskan informasi yang mengaitkan meninggalnya Pilot Associated Mission Aviation (AMA) dengan pelayanan medis di RSUD Dekai. Menurutnya, tidak ada hubungan antara peristiwa tersebut dengan tindakan dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lainnya.

“Tidak ada kaitannya antara meninggalnya Pilot AMA dengan pelayanan dokter umum, dokter spesialis, perawat maupun seluruh tenaga kesehatan di RSUD Dekai,” tegasnya.

Anike turut membantah pernyataannya sebelumnya yang menyebut dokter-dokter baru di RSUD Dekai berasal dari unsur TNI atau Polri.

“Dokter-dokter baru yang bekerja di RSUD Dekai bukan anggota TNI ataupun Polri dan tidak memiliki hubungan sebagaimana yang saya sampaikan dalam rekaman suara tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa tuduhan mengenai adanya kerja sama dokter RSUD Dekai dengan TNI/Polri untuk membunuh Orang Asli Papua (OAP) di Yahukimo tidak benar.

“Pernyataan saya yang menyebut dokter RSUD Dekai bekerja sama dengan TNI/Polri untuk membunuh Orang Asli Papua di Yahukimo tidak benar,” katanya.

Selain mencabut seluruh tuduhan, Anike menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Dinas Kesehatan, RSUD Dekai, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tenaga kesehatan, para hamba Tuhan, dan masyarakat Yahukimo.

“Saya pribadi memohon maaf kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Dinas Kesehatan, RSUD Dekai, seluruh Ikatan Dokter Indonesia, seluruh tenaga kesehatan, para hamba Tuhan, dan seluruh masyarakat Yahukimo atas rekaman suara yang saya buat sehingga menimbulkan keresahan, kecurigaan, dan intimidasi terhadap seluruh petugas RSUD Dekai,” ucapnya.

Ia juga mengakui dampak dari rekaman suara tersebut cukup besar. Sejumlah dokter baru memilih mengundurkan diri sehingga RSUD Dekai kini mengalami kekurangan dokter umum.

“Akibat perbuatan saya, dokter-dokter baru telah mengundurkan diri dari RSUD Dekai. Saat ini rumah sakit mengalami kekurangan tenaga dokter umum untuk melayani masyarakat,” ungkapnya.

Dalam surat pernyataannya, Anike berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan menyatakan siap menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku bagi ASN.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang sama dan saya siap menerima sanksi sebagai ASN sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat Yahukimo menjaga situasi tetap aman agar seluruh tenaga kesehatan dapat bekerja tanpa rasa takut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo, Aser Sobolim, mengapresiasi seluruh pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui dialog. Menurutnya, langkah tersebut menjadi titik awal memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Dekai.

Pertemuan ditutup dengan saling memaafkan. Permohonan maaf Anike diterima oleh dokter dan tenaga kesehatan RSUD Dekai. Seluruh pihak sepakat memperkuat komunikasi dan menjaga situasi tetap kondusif agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat Yahukimo dapat berjalan aman dan optimal.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply