Yahukimo, Lapbiru.com – Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, SH., MH menggelar konferensi pers pada Jumat (3/7/2026) menyusul meninggalnya Kapten Nicholas F. Goselin, Pilot Associated Mission Aviation (AMA), dalam peristiwa tragis yang terjadi di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan pada 2 Juli 2026
Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati Didimus Yahuli menyampaikan duka cita yang mendalam atas kehilangan seorang pilot yang selama ini melayani masyarakat pedalaman Yahukimo melalui penerbangan kemanusiaan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Kapten Nicholas. Beliau adalah seorang pilot sipil yang telah memberikan pelayanan bagi masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Yahukimo,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Yahukimo mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Ia meminta aparat keamanan segera mengungkap pelaku dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.“Kami meminta agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi jenazah dari Kampung Balinggama hingga Timika.
“Terima kasih kepada TNI, Polri, Pangkogabwilhan III, Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua, Pemerintah Daerah, serta semua pihak yang telah bekerja keras membantu proses evakuasi sehingga dapat berjalan dengan baik dan aman,” katanya.
Bupati Yahukimo turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar almarhum, Yayasan AMA, Keuskupan Jayapura, dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas peristiwa yang terjadi di wilayah Kabupaten Yahukimo.
Menurutnya, insiden tersebut memberikan dampak yang sangat besar terhadap pelayanan masyarakat, terutama transportasi udara yang menjadi sarana utama distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan pokok bagi masyarakat di distrik-distrik terpencil.
“Sebagian besar wilayah pedalaman Yahukimo hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara. Karena itu, kejadian ini tentu berdampak terhadap pelayanan masyarakat yang selama ini bergantung pada pesawat perintis jenis Pilatus dan Caravan,” jelasnya.
Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, Pemerintah Kabupaten Yahukimo menetapkan masa berkabung selama tiga hari, mulai Jumat, 3 Juli 2026 hingga Minggu, 5 Juli 2026.
Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat Yahukimo untuk bersama-sama mendoakan almarhum dan menjaga situasi keamanan serta kedamaian di daerah. Seluruh gereja di Kabupaten Yahukimo diharapkan melaksanakan doa bersama selama masa berkabung sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan atas jasa almarhum.
Pemerintah Kabupaten Yahukimo berharap peristiwa ini menjadi perhatian semua pihak untuk terus menjaga keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif demi keberlangsungan pelayanan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan di wilayah Papua Pegunungan.











