Pertalite Tembus Rp60 Ribu per Liter, Akibat Surutnya Sungai Lokpon, Pemkab Yahukimo Pastikan Stok Segera Normal

banner 468x60

YAHUKIMO, Lapbiru.com – Harga BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer di Kabupaten Yahukimo melonjak hingga Rp60 ribu per liter akibat terganggunya distribusi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo memastikan kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan pasokan BBM diperkirakan kembali normal pada pekan depan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Yahukimo, Mega Jordens Pakan, mengatakan kelangkaan BBM dipicu surutnya debit air Sungai Lokpon. Kondisi itu membuat kapal pengangkut BBM tidak dapat berlayar normal menuju Yahukimo. Di sisi lain, pasokan BBM subsidi juga belum tiba di Dekai.

“Kelangkaan BBM yang terjadi saat ini disebabkan surutnya air Sungai Lokpon sehingga kapal pengangkut tidak dapat beroperasi secara normal. Selain itu, pasokan BBM subsidi untuk Kabupaten Yahukimo juga belum tiba. Namun kami memastikan pasokan BBM akan kembali tersedia dan distribusinya diperkirakan mulai normal pada minggu depan,” ujar Mega dalam konferensi pers di Dekai, Sabtu (4/7/2026).

Untuk mengetahui kondisi di lapangan, Pemkab Yahukimo menurunkan tim terpadu yang terdiri dari Dinas Koperindag, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Inspektorat, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tim mendatangi sejumlah lokasi penjualan BBM di Kota Dekai untuk mengecek ketersediaan stok sekaligus memantau harga jual Pertalite.

Dari hasil pendataan, harga Pertalite di tingkat pengecer bervariasi, mulai Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per liter. Perbedaan harga dipengaruhi biaya tambahan yang dikeluarkan pengecer untuk mendatangkan BBM dari daerah yang masih memiliki stok menggunakan angkutan mandiri.

Meski harga melonjak, Pemkab memastikan pasokan BBM yang saat ini masih dalam perjalanan akan segera tiba sehingga distribusi kembali berjalan normal.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pemerintah terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar distribusi BBM dapat segera kembali normal,” katanya.

Mega juga mengingatkan para pengecer agar tidak memanfaatkan situasi kelangkaan untuk mengambil keuntungan berlebihan.

“Kami berharap para pengecer tetap menjual BBM dengan harga yang wajar dan mempertimbangkan kondisi masyarakat. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi maupun penjualan BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.

Pemkab Yahukimo menyatakan akan terus memantau perkembangan distribusi BBM hingga pasokan kembali stabil. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas warga tidak terganggu.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply