Wamena — Lapbiru.com
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua Pegunungan angkat suara. Organisasi kepemudaan ini menyoroti budaya saling menjatuhkan yang kian menguat di kalangan pemuda dan dinilai sudah masuk tahap mengkhawatirkan.
Ketua DPD I KNPI Papua Pegunungan, Dolpinus Weya, menegaskan bahwa KNPI di Papua Pegunungan hanya satu
“Kami tegaskan, KNPI hanya satu, yaitu KNPI di bawah kepemimpinan Dolpinus Weya sebagai Ketua DPD,” ujarnya.
Ia menyebut fenomena saling menggunting atau menarik sesama ke bawah bukan lagi persoalan sepele. Menurutnya, banyak pemuda memiliki ambisi besar, namun tidak diimbangi kapasitas, pengalaman, dan etika kepemimpinan.
“Ini bukan konflik pribadi. Ini sudah menjadi masalah sosial. Kalau pemuda lebih sibuk saling menjatuhkan, yang hancur bukan hanya hubungan personal, tapi masa depan kepemimpinan pemuda Papua Pegunungan,” kata Dolpinus.
Ia menilai perilaku memfitnah, membusukkan nama baik, hingga menghambat pemuda lain yang lebih kompeten kerap muncul akibat ambisi kosong. Padahal, ruang kepemimpinan seharusnya dibangun di atas prinsip meritokrasi menghargai kemampuan, pengalaman, dan integritas.
Nada serupa disampaikan Wakil Ketua DPD I KNPI Papua Pegunungan, Bayam Keroman. Ia menyebut budaya saling menjatuhkan sebagai penyakit sosial kronis yang sudah memasuki stadium akut.
“Penyakit gunting ini menunjukkan lemahnya kecerdasan emosional dan spiritual. Kritik yang seharusnya membangun malah berubah jadi fitnah dan konflik panjang,” ujarnya.
Menurut Bayam, pemuda harus belajar mengelola ego dan iri hati. Tanpa itu, perbedaan pendapat justru menjadi bahan perpecahan, bukan pematangan demokrasi.
Sementara itu, Wakil Ketua Marthen Kogoya mengingatkan bahwa kelebihan orang lain bukan ancaman, melainkan kekuatan bersama. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk saling memberi ruang.
“Kalau belum mampu, jangan bawa ego dan memaksakan diri. Kita tidak bisa membangun Papua Pegunungan dengan mental saling menjatuhkan,” kata Marthen.
DPD I KNPI Papua Pegunungan berharap refleksi ini menjadi koreksi bersama. Organisasi ini mendorong pemuda keluar dari lingkaran iri hati dan ambisi kosong, lalu bertransformasi menjadi generasi berkarakter, berintegritas, dan siap membangun Papua Pegunungan secara bermartabat dan berkelanjutan.











