Karubaga Terbakar, Pemda Datang Belakangan, 170 KK Kehilangan Rumah

banner 468x60

Tolikara — Lapbiru.com
Karubaga porak-poranda. Api melalap kawasan Giling Batu hingga Kogome, Distrik Karubaga, Tolikara. Ratusan rumah dan tempat usaha lenyap.

Data sementara kepolisian mencatat, sedikitnya 170 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.

Pendataan itu disampaikan Satuan Reserse Kriminal Polres Tolikara. Polisi masih menyisir puing-puing bangunan yang hangus, sekaligus mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan penyebab kebakaran.

Kasat Reskrim Polres Tolikara IPTU Marcelino Rumambi mengatakan, penyelidikan difokuskan pada titik awal munculnya api.

“Sesuai perintah Kapolres, kami sudah lakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi. Fokusnya memastikan asal api dan kronologinya,” ujar Marcelino, Kamis (29/1).

Hingga kini, enam saksi telah dimintai keterangan. Dari kesaksian kunci, api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas plafon lantai dua salah satu bangunan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.

“Indikasi awal mengarah ke hubungan arus pendek. Tapi ini masih kami dalami. Jika ada petunjuk lain, kami siap koordinasi dengan Labfor Polda Papua,” katanya.

Kebakaran itu menghanguskan ruko, kios pakaian, warung makan, hingga rumah tinggal. Di beberapa titik, warga terpaksa merobohkan bangunan lain sebagai langkah darurat memutus jalur api. Upaya seadanya di tengah minimnya peralatan pemadam.

Kerugian materiil ditaksir tidak kecil. “Estimasi sementara sekitar Rp22 miliar,” ungkap Marcelino. Angka itu masih bisa bertambah, mengingat sejumlah bangunan kosong dan pemiliknya belum terdata saat kejadian.

Polres Tolikara menyiapkan aula dan ruang pertemuan sebagai lokasi pengungsian. Namun, sebagian besar korban memilih tinggal bersama keluarga di sekitar lokasi kebakaran.
Aula hanya digunakan untuk menitipkan barang-barang yang berhasil diselamatkan.

Di sisi lain, Bupati Tolikara Willem Wandik turun langsung ke lokasi. Didampingi Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir, ia meninjau sisa-sisa kebakaran, Kamis (29/1).

Wandik meminta warga bersabar dan tetap tenang. Ia mengimbau korban bertahan di titik pengungsian sementara agar pendataan berjalan tertib dan bantuan tidak salah sasaran. “Pendataan yang valid penting supaya bantuan bisa merata,” ujarnya kepada warga.

Bupati juga menginstruksikan dinas terkait Dinas Sosial, BNPB, hingga Dinas Kesehatan untuk aktif di lapangan. Pemerintah daerah diminta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, termasuk pendampingan bagi korban yang kehilangan dokumen penting.

Sebagai langkah darurat, Pemkab Tolikara mulai memproses pengadaan kebutuhan pokok dari Wamena. Pemerintah juga berjanji mengevaluasi serius sistem pemadam kebakaran di Karubaga, yang kembali dipertanyakan setelah musibah besar ini.

Kebakaran sudah padam. Namun, pekerjaan rumah pemerintah baru dimulai. Bagi ratusan keluarga korban, api bukan hanya membakar bangunan tetapi juga rasa aman yang belum tentu segera pulih.

Di tengah situasi darurat itu, kritik keras datang dari masyarakat yang enggan disebut namanya Ia menyoroti belum optimalnya pelayanan kantor-kantor pemerintahan pascakebakaran.

“Ini kondisi darurat, tapi kantor-kantor masih sepi. Bupati, wakil bupati, sampai OPD belum terlihat aktif. Masih terasa suasana liburan,” katanya kepada wartawan

Ia juga menilai penanganan terhadap korban kebakaran berjalan lamban. Menurutnya, warga membutuhkan kehadiran pemerintah secara nyata, bukan sekadar pernyataan.

“Orang kehilangan rumah, kehilangan usaha. Yang dibutuhkan sekarang itu keputusan cepat dan pelayanan langsung,” ujarnya.

Ia turut menyoroti kebiasaan rapat koordinasi yang justru digelar di luar Tolikara.

“Rapat di Wamena atau Jayapura terus. Padahal masalahnya ada di Karubaga. Pemerintah harus hadir di lokasi kejadian, bukan mengurus dari jauh,” tegasnya.

Kebakaran Karubaga bukan hanya meninggalkan puing-puing bangunan, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar tentang kesiapsiagaan dan kehadiran pemerintah Tolikara. Warga kini menunggu, bukan janji, melainkan langkah nyata.

 

 

 

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *