Jayapura, – Calon Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri (MDF), kembali menunjukkan sikap tenang dan dewasa dalam menghadapi dinamika politik menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua.
Di tengah riuhnya perpecahan dukungan dan saling sindir antarpendukung kandidat, MDF menyampaikan pesan menyejukkan yang justru terasa menohok.
“Kita jaga kebersamaan kita… jangan saling menyinggung. Biarkan yang ke sebelah. Masing-masing jaga kaplingnya. Doakan yang keluar, biar sadar dan kembali,” ujar MDF dalam pesan singkatnya, senin (16/6).
MDF menegaskan bahwa kegaduhan politik sering kali datang bukan dari lawan sejati, melainkan dari mereka yang kehilangan arah dan jati diri dalam perjuangan.
“Yang ribut-ribut itu bukan lawan. Mereka cuma bingung arah. Kita doakan saja mereka sadar,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut menjadi pembeda dalam atmosfer Pilgub yang mulai mengeras. Di saat tim kandidat sebelah atau pendukungnya lawan memilih memainkan isu SARA dan memprovokasi massa, MDF tampil sebagai figur yang tenang, terukur, dan konsisten membawa narasi damai.
Sementara itu, Ketua Relawan MATA “Mathius-Aryoko” Simon P Bame, mengapresiasi sikap MDF.
Ia menyebut Papua saat ini tidak butuh pemimpin yang pandai memanipulasi emosi, tapi yang mampu menjaga persatuan.
“Masyarakat di akar rumput bosan dengan konflik horisontal yang justru dibuat elit. MDF menunjukkan sikap negarawan, bukan cuma politisi,” kata Simon Bame kepada wartawan.
Ia menilai bahwa narasi MDF dapat menjadi penyeimbang di tengah suhu politik yang kian memanas.
“MDF bicara dengan bahasa sederhana tapi tegas. Pernyataan seperti ini penting untuk menurunkan tensi politik dan mengingatkan semua pihak bahwa pesta demokrasi harus tetap waras,” jelasnya










