Wamena – Lapbiru.com
Ketegangan antarwarga yang dipicu persoalan pergantian kepala kampung di Distrik Mokoni, Kabupaten Lanny Jaya, akhirnya dimediasi pemerintah. Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, turun langsung menemui masyarakat, Senin (16/2/2026).
Konflik yang semula terjadi di wilayah Lanny Jaya itu meluas hingga Kampung Pipitmo, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, sejak 14 Februari lalu. Situasi sempat memanas dan membuat warga resah.
“Wamena ini rumah kita bersama. Jangan karena satu persoalan, semua jadi korban,” tegas Ronny saat memberi arahan di hadapan tokoh masyarakat dan warga.
Menurutnya, stabilitas keamanan di Wamena tidak bisa dianggap sepele. Kota ini menjadi pusat aktivitas bagi tujuh kabupaten di wilayah Pegunungan Papua.
“Kalau Wamena aman, daerah lain ikut tenang. Tapi kalau di sini kacau, dampaknya ke mana-mana,” ujarnya.
Dipicu Pergantian Kepala Kampung
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, pertikaian dipicu ketidakpuasan sebagian pihak terhadap kebijakan pergantian kepala kampung di Distrik Mokoni, Kabupaten Lanny Jaya.
Ketegangan kemudian berkembang menjadi gesekan antar kelompok warga. Aparat keamanan bersiaga untuk mencegah bentrokan meluas.
Sekretaris Daerah Lanny Jaya, anggota DPRK Lanny Jaya, serta tokoh adat setempat ikut hadir dalam mediasi tersebut.
Salah satu tokoh masyarakat mengakui situasi beberapa hari terakhir membuat warga takut beraktivitas. “Anak-anak tidak berani keluar rumah. Kami mau ini cepat selesai,” katanya singkat.
Imbau Hentikan Aksi Balasan
Dalam pertemuan itu, Ronny meminta semua pihak menahan diri dan menghentikan aksi balasan. Ia menegaskan penyelesaian harus ditempuh lewat jalur adat dan musyawarah.
“Kalau ada yang tidak puas, mari bicara baik-baik. Jangan pakai cara yang merugikan orang banyak,” ujarnya.
Ia juga meminta para kepala distrik dan tokoh adat aktif meredam isu yang bisa memperkeruh keadaan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Distrik Wouma terpantau lebih kondusif. Aparat dan pemerintah daerah masih melakukan penjagaan serta pendekatan persuasif kepada kedua belah pihak.
Pemerintah berharap mediasi ini menjadi titik awal berakhirnya konflik, agar aktivitas masyarakat kembali normal dan rasa aman benar-benar pulih.











