Yahukimo — Lapbiru.com
Pemerintah Kabupaten Yahukimo menggelar rapat koordinasi bersama para kepala sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK di ibu kota Dekai. Agenda utama: membahas kondisi pendidikan, keamanan sekolah, serta menjamin kelancaran proses belajar mengajar.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Yahukimo, Jalan Cenderawasih, Dekai, Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan dipimpin Asisten II Setda Yahukimo Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bongga Sumule, S.KM., M.Kes., didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan dihadiri para kepala sekolah.
Dalam arahannya, Asisten II menegaskan stabilitas keamanan menjadi prioritas utama agar aktivitas pendidikan kembali normal.
“Keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah adalah syarat utama agar proses belajar mengajar berjalan efektif. Pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi bersama demi melindungi siswa dan tenaga pendidik,” ujarnya.
Dalam rapat terungkap, jumlah peserta didik dari tingkat SD hingga SMA/SMK di wilayah Dekai mencapai sekitar 12.000 siswa. Secara umum, sekolah telah memulai kegiatan belajar sesuai kalender akademik nasional. Namun, pelaksanaannya belum optimal akibat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah sekolah di wilayah pinggiran, seperti SMP Negeri 3 (Tomon 2), bahkan terpaksa mencari lokasi belajar alternatif di area kota demi menjamin keselamatan siswa dan guru. Meski begitu, semangat para kepala sekolah dan tenaga pendidik disebut tetap tinggi.
Di sisi lain, beberapa guru khususnya non-OAP masih merasakan ketakutan dan trauma akibat insiden yang terjadi belakangan ini di lingkungan sekolah maupun di wilayah Dekai dan sekitarnya.
“Walau menghadapi keterbatasan dan tantangan keamanan, para guru tetap menunjukkan dedikasi tinggi agar siswa tidak kehilangan hak belajarnya,” disampaikan dalam forum rapat.
Rapat juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, sebagian besar sekolah belum menerima program tersebut, kecuali beberapa sekolah yayasan. Penolakan dari sebagian siswa dan orang tua menjadi kendala, sehingga diperlukan pendekatan dan sosialisasi yang lebih intensif.
“Program MBG bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Perlu komunikasi yang tepat agar masyarakat memahami manfaatnya,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan.
Selain itu, hampir seluruh kepala sekolah mengeluhkan belum adanya pagar sekolah yang memadai. Kondisi ini dinilai mengurangi rasa aman saat kegiatan belajar berlangsung. Mereka juga mengusulkan penyediaan bus sekolah untuk menjamin keamanan guru dan siswa saat berangkat dan pulang sekolah.
Pemkab Yahukimo menegaskan, terciptanya rasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah menjadi kunci agar pendidikan berjalan normal dan efektif.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan menjadwalkan rapat lanjutan bersama Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan Kepala Dinas Pendidikan guna merumuskan langkah konkret atas berbagai persoalan pendidikan di Dekai dan wilayah sekitarnya.
“Semua masukan dari kepala sekolah akan menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis di sektor pendidikan,” tegas pimpinan rapat.
Pemerintah berharap sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah dapat memperkuat sektor pendidikan demi masa depan generasi muda Yahukimo.











