DEKAI, YAHUKIMO , Lapbiru.com — Sebanyak 433 Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti apel pagi Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Kamis (17/9/2026). Apel yang dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Yahukimo Bongga Sumule itu menyoroti sejumlah persoalan yang tengah dihadapi daerah, mulai dari administrasi kepegawaian, distribusi bantuan beras, hingga kondisi listrik dan harga kebutuhan pokok.
Bongga menyampaikan sejumlah agenda pemerintahan yang perlu segera ditindaklanjuti. Salah satunya pelantikan Sekretaris Daerah Definitif Provinsi Papua Pegunungan.
Elai Giban dijadwalkan dilantik sebagai Sekda Definitif Provinsi Papua Pegunungan pada Kamis (17/9/2026). Wakil Bupati Yahukimo juga dijadwalkan menghadiri agenda tersebut.
“Hari ini dijadwalkan pelantikan Sekretaris Daerah Definitif Provinsi Papua Pegunungan. Bapak Elai Giban dijadwalkan dilantik, dan Wakil Bupati Yahukimo juga dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut,” ujar Bongga dalam arahannya.
Dorong ASN Selesaikan Pendidikan
Bongga juga menyinggung perkembangan ASN Yahukimo yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Sebagian besar peserta yang sebelumnya menjalani pendidikan di luar daerah telah kembali ke Yahukimo.
Sementara peserta yang masih berada di luar daerah diminta segera menyelesaikan tugas dan kewajibannya sebelum kembali.
Pemkab Yahukimo juga mencatat 25 ASN mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Sebagian peserta masih dalam perjalanan maupun menyelesaikan tugas kedinasan di luar daerah.
Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memberi dukungan kepada pegawai yang sedang menjalani pendidikan dan pelatihan.
“Saya berharap pimpinan OPD memberikan perhatian dan dukungan kepada staf yang sedang mengikuti pendidikan maupun pelatihan. Pengembangan kompetensi ASN merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya aparatur Pemerintah Kabupaten Yahukimo,” katanya.
Untuk Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), peserta disebut telah berangkat sehari sebelumnya dengan didampingi Kepala PKP SDM.
Empat OPD Kejar Target Urus Administrasi
Persoalan administrasi kepegawaian juga menjadi perhatian. Saat ini terdapat progres penyelesaian administrasi pada empat OPD, terutama yang berkaitan dengan proses pensiun dan perubahan data pegawai.
Dokumen tersebut diminta segera dituntaskan pada Kamis (17/9/2026). Setelah itu, Pemkab Yahukimo akan mengikuti evaluasi secara daring bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI dan Kementerian Dalam Negeri.
“Saya minta OPD terkait mempercepat penyelesaian dokumen administrasi. Jangan sampai pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita ditunda, karena ada evaluasi secara daring bersama BKN RI dan Kementerian Dalam Negeri,” tegas Bongga.
Tiga Titik Distribusi Beras Belum Tuntas
Persoalan bantuan beras juga menjadi sorotan. Pemkab Yahukimo masih harus menyelesaikan distribusi di tiga titik.
Pelayanan berikutnya dijadwalkan menyasar tiga RW yang mencakup 21 RT. Kesiapan data, personel, dan logistik diminta dipastikan sebelum distribusi dilakukan.
“Masih ada tiga titik distribusi yang harus kita selesaikan. Besok kita akan melakukan pelayanan dan distribusi kepada tiga RW yang mencakup 21 RT. Karena itu, kesiapan data, personel, dan logistik harus dipastikan sebelum kegiatan dilaksanakan,” jelasnya.
Bongga menekankan akurasi data penerima. Data KTP, Kartu Keluarga (KK), RT, dan RW harus sinkron agar bantuan tidak salah sasaran.
Persoalan administrasi di tingkat RW dan RT, termasuk wilayah RW 3 atau Kompleks Mas Naga, juga diminta segera ditindaklanjuti.
“Data masyarakat menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan. Data KTP, KK, RT dan RW harus sesuai. Ketepatan data sangat penting supaya bantuan tepat sasaran dan menjadi dasar untuk distribusi berikutnya,” katanya.
Siapkan 50 Ton Beras untuk 3.163 ASN
Pemkab Yahukimo juga menyiapkan tahap berikutnya distribusi beras. Sekitar 50 ton beras direncanakan disalurkan kepada sekitar 3.163 ASN.
Perhitungannya sekitar 20 kilogram beras untuk setiap ASN. Namun, pelaksanaan distribusi tetap menyesuaikan kemampuan operasional di lapangan.
Ketersediaan angkutan, tenaga pendukung, dan kondisi wilayah menjadi faktor yang harus diperhitungkan.
“Distribusi harus kita lakukan secara terukur. Kita harus memperhitungkan kemampuan operasional, ketersediaan angkutan, tenaga, dan kondisi lapangan agar kegiatan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Jam Listrik Bisa Dipangkas
Kondisi kelistrikan juga menjadi perhatian Pemkab Yahukimo. PLN disebut telah menyampaikan surat terkait penyesuaian jam pelayanan.
Pelayanan listrik yang sebelumnya berlangsung 24 jam berpotensi disesuaikan menjadi 12 jam. Kondisi itu berkaitan dengan kendala pasokan BBM dan faktor cuaca yang menghambat distribusi.
OPD dan masyarakat diminta memahami kondisi tersebut serta menyesuaikan aktivitas selama terjadi pembatasan pasokan listrik.
Harga Barang Diminta Turun Saat Pasokan Normal
Gangguan distribusi juga berdampak terhadap harga barang di Yahukimo. Cuaca dan keterbatasan pasokan membuat biaya transportasi meningkat sehingga ikut mendorong harga kebutuhan masyarakat.
Namun, Bongga mengingatkan pelaku usaha agar tidak mempertahankan harga tinggi ketika pasokan dan transportasi kembali normal.
“Kita memahami bahwa kondisi cuaca dan keterbatasan pasokan dapat menyebabkan biaya distribusi meningkat dan berdampak terhadap harga barang. Tetapi ketika pasokan dan transportasi sudah kembali normal, harga juga harus disesuaikan secara wajar. Jangan memanfaatkan kondisi darurat untuk mempertahankan harga tinggi ketika situasi sudah normal,” tegasnya.
ASN Diminta Tetap Layani Masyarakat
Bongga menutup arahannya dengan meminta ASN menjadi teladan di tengah kondisi daerah yang belum sepenuhnya normal.
Pelayanan publik tidak boleh berhenti. Koordinasi antarsatuan kerja juga diminta diperkuat, termasuk dengan aparat distrik, kelurahan atau kampung, RW, dan RT.
“ASN harus menjadi contoh. Dalam situasi seperti sekarang, kita tetap harus memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Tingkatkan koordinasi antar-OPD dan dengan aparat di tingkat distrik, kelurahan atau kampung, RW dan RT. Setiap permasalahan di lapangan segera dilaporkan dan kita carikan solusi bersama,” pungkasnya.
Apel pagi tersebut menjadi ruang evaluasi bagi Pemkab Yahukimo untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan. Terutama pelayanan masyarakat, distribusi bantuan, administrasi kepegawaian, serta koordinasi menghadapi kendala listrik dan pasokan barang.











