JAKARTA, LAPBIRU.COM– Perjalanan panjang Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Matius D. Fakhiri ( MDF) di institusi Polri resmi memasuki babak baru. Mantan Kapolda Papua yang kini menjabat Gubernur Papua itu mengikuti Wisuda Purnawira Perwira Tinggi (Pati) Polri di The Tribrata Ballroom, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
MDF tidak sekadar hadir sebagai peserta. Dalam prosesi tersebut, dia dipercaya menyerahkan api obor kepada generasi penerus Polri. Simbol itu menandai estafet pengabdian dari perwira yang memasuki masa purnatugas kepada generasi berikutnya.
Sebanyak 238 Pati Polri mengikuti prosesi wisuda. Mereka terdiri atas 20 Komisaris Jenderal (Komjen) Pol, 83 Inspektur Jenderal (Irjen) Pol, dan 135 Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol.
Baginya, momen tersebut menjadi penanda perjalanan pengabdian yang dimulainya sejak 1990. Lebih dari tiga dekade dia menjalankan tugas di berbagai wilayah, dengan Papua menjadi salah satu bagian terbesar dalam perjalanan kariernya.
“Kalau melihat masa pengabdian kami dari tahun 1990 sampai sekarang, tentu kami berbangga hati karena bisa mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui institusi Polri,” ungkapnya.
Selama bertugas di Papua, MDF menghadapi berbagai situasi keamanan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya hingga dipercaya memimpin Polda Papua.
“Kami banyak bertugas di Papua dalam menjaga stabilitas keamanan. Banyak tantangan yang kami hadapi, tetapi itu semua menjadi pengalaman berharga dalam pengabdian,” ujarnya.
Kini, setelah menyelesaikan masa tugas sebagai anggota Polri, MDF melanjutkan pengabdiannya sebagai Gubernur Papua. Posisi tersebut membuat pengalaman panjangnya di bidang keamanan menjadi bagian dari bekal dalam menjalankan pemerintahan daerah.
Menurutnya, purnatugas bukan berarti berhentinya pengabdian kepada negara. Wisuda purnawira justru menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang telah diberikan selama berdinas.
“Dengan selesainya masa tugas ini, kami merasa bangga dan senang karena bisa memberikan sesuatu bagi bangsa dan negara, khususnya untuk almamater kami, Kepolisian Republik Indonesia,” katanya.
Penyerahan api obor menjadi salah satu momen utama dalam prosesi tersebut. MDF menyebut api obor sebagai gambaran bahwa semangat pengabdian harus terus menyala meski terjadi pergantian generasi.
“Penyerahan api obor ini menjadi simbol bahwa pengabdian tidak berhenti, tetapi dilanjutkan oleh generasi berikutnya dengan semangat yang sama, bahkan lebih baik,” tegasnya.
Dia berharap generasi muda Polri mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dengan menjaga profesionalisme dan terus melakukan pembenahan internal.
“Kami berharap generasi penerus Polri bisa mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan dengan terus melakukan reformasi diri dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.
MDF juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Polri dan seluruh jajaran yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan Polri dan seluruh jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengabdi,” ucapnya.
Meski telah memasuki masa purnatugas, MDF tetap menitipkan pesan kepada anggota Polri yang masih aktif. Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kerja dan pelayanan yang nyata.
“Selamat bertugas bagi seluruh anggota Polri. Teruslah memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Salam Presisi,” pungkasnya.











