Wabup Esau Miram Salurkan Bantuan Beras dan Uang ke Enam Distrik Yahukimo Yang Terdampak Kemarau Panjang

banner 468x60

YAHUKIMO, LAPBIRU.COM –Pemerintah kabupaten Yahukimo melalui Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram, S.IP., menyalurkan bantuan beras dan uang kepada masyarakat di enam distrik yang terdampak musim kemarau panjang. Bantuan tersebut dikirim dari Wamena, Papua Pegunungan, untuk membantu warga yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.Enam distrik penerima bantuan yakni Kurima, Tangma, Mugi, Yogosem, Werima, dan Ukha.

Kemarau panjang berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian warga. Tanaman lokal sulit tumbuh. Hasil kebun menurun. Di sejumlah wilayah, stok beras di toko dan kios juga semakin terbatas.

Esau mengatakan bantuan tersebut bukan bantuan sosial (bansos) dan bukan pula berasal dari stok gudang dinas. Bantuan diberikan sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi warga yang terdampak kekeringan.“Bantuan ini bukan dari bansos atau dari gudang dinas. Ini merupakan upaya pemerintah untuk menangani kondisi musim kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan tanaman lokal dan berkurangnya stok beras di sejumlah toko dan kios di daerah,” kata Esau., kamis , (10/9/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah memahami kesulitan masyarakat yang kini tidak bisa memperoleh kebutuhan pangan secara normal. Karena itu, pemerintah berupaya memberikan bantuan sesuai kemampuan yang tersedia.

“Hari ini kami bisa membantu enam distrik. Bantuan ini harus sampai kepada masyarakat supaya mereka bisa mendapatkan bagian dan sedikit membantu mengatasi serta mengurangi beban hidup masyarakat,” ujarnya.Esau berharap bantuan tersebut benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. Dia juga mengajak pemerintah kampung, tokoh masyarakat, dan gereja bersama-sama mendoakan agar kemarau panjang segera berakhir.

“Kami berharap masyarakat, pemerintahan kampung, bersama gereja, kita sama-sama berdoa agar Tuhan mendengar dan mengabulkan doa kita. Semoga ada jalan keluar dari musim yang membuat semua orang panik dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Menurutnya, hujan sangat dibutuhkan untuk menghidupkan kembali aktivitas pertanian sekaligus memperlancar distribusi bahan pangan ke wilayah-wilayah yang terdampak.

“Kita berdoa supaya situasi ini berlalu cepat dan ada berkat hujan yang bisa memudahkan jalur keluar-masuk bahan makanan pokok, sehingga dalam waktu singkat kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” lanjutnya.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Yahukimo juga menghadapi keterbatasan anggaran akibat efisiensi. Kondisi itu membuat pemerintah harus mengatur bantuan yang tersedia agar dapat menjangkau masyarakat secara merata.Esau meminta masyarakat tidak menilai bantuan hanya dari jumlah atau nilainya. Menurut dia, sekecil apa pun bantuan yang diberikan tetap penting bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan.

“Kita perlu pahami bersama bahwa di setiap daerah, termasuk Kabupaten Yahukimo, terjadi efisiensi anggaran. Sehingga apa pun dan berapa pun yang bisa dibantu harus dipergunakan dengan baik dan dibagikan secara merata kepada masyarakat,” tegasnya.

“Jangan melihat dari berapa banyak jumlahnya dan berapa nilainya, tetapi lihatlah bahwa itu merupakan bagian dari berkat yang harus kita syukuri,” sambung Esau.

Kabupaten Yahukimo memiliki 51 distrik. Sebanyak 50 distrik berada di luar ibu kota kabupaten, Dekai. Sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut masih mengandalkan berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Pemkab Yahukimo berharap bantuan beras dan uang tersebut bisa meringankan beban warga. Terutama masyarakat yang terdampak langsung oleh kemarau panjang dan penurunan hasil pertanian.

Pemerintah daerah juga terus berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas pertanian dan distribusi bahan makanan pokok dapat kembali berjalan normal.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply