Wakil Bupati Yahukimo Ajak Jemaat GIDI Eklesia Bonto Baru Bangun Gereja dengan Iman dan Kebersamaan

banner 468x60

Yahukimo, Lapbiru.com— Ibadah peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja GIDI Eklesia Bonto Baru berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan, Jumat,(4/9/2026).

Ibadah tersebut mengangkat tema “Mari Kita Membangun Tubuh Kristus” yang diambil dari Efesus 4:12-14, dengan pelayanan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andi Magayang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram, S.IP., Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bongga Sumule, S KM.,M.Kes, anggota DPRK Yahukimo, Yafet Saram, S.IP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, pengurus Wilayah GIDI, pengurus Klasis Dekai Kota, panitia pembangunan, pengurus jemaat, serta ratusan jemaat GIDI Eklesia Bonto Baru.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram, S.IP., menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan gereja dan seluruh jemaat yang telah bekerja keras sehingga pembangunan gedung gereja dapat memasuki tahap peletakan batu pertama.

Menurutnya, momentum tersebut merupakan hasil dari pergumulan, doa, kerja keras dan kebersamaan seluruh jemaat.
“Pembangunan rumah Tuhan harus dilakukan dengan semangat, sukacita, iman dan komitmen. Jangan hanya mengandalkan kemampuan manusia, tetapi setiap proses harus disertai doa dan mengandalkan Tuhan,” ujar Wakil Bupati.

Ia mengajak seluruh jemaat untuk terus bergandengan tangan menyelesaikan pembangunan gedung gereja hingga dapat digunakan sebagai tempat ibadah yang layak dan representatif.

Wakil Bupati menegaskan bahwa pembangunan gereja tidak boleh dimaknai sebatas pembangunan fisik. Gereja merupakan tempat persekutuan umat, berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, mendengarkan Firman, serta membangun kehidupan iman dan karakter jemaat. “Gereja bukan hanya bangunan fisik. Gereja harus menjadi tempat di mana jemaat bertumbuh dalam iman, membangun persaudaraan dan merasakan kehadiran serta pertolongan Tuhan,” katanya.

Ia juga mengajak panitia dan jemaat untuk mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui dana, tenaga, material, pikiran maupun doa. Bantuan pemerintah 1 Miliar sudah masuk dalam rekening Panitia pembangunan dan ini merupakan bentuk perhatian dan motivasi kepada jemaat, namun bukan berarti seluruh tanggung jawab pembangunan berada di tangan pemerintah.

“Kalau pemerintah memberikan bantuan, jangan kemudian jemaat melepaskan tanggung jawab. Pembangunan gereja adalah tanggung jawab bersama. Bantuan pemerintah harus menjadi motivasi bagi panitia dan jemaat untuk semakin giat bekerja,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap peran gereja dalam melestarikan bahasa dan budaya daerah, khususnya bagi masyarakat Yali yang tinggal di wilayah perkotaan.

Menurutnya, gereja lokal dapat menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk tetap mengenal, menggunakan dan mencintai bahasa serta budaya leluhur. “Ibadah dengan menggunakan bahasa daerah merupakan salah satu bentuk menjaga identitas budaya. Anak-anak dan generasi muda yang tinggal di kota harus tetap mengenal bahasa dan budaya leluhur,” ungkapnya.

Ia berharap gereja dapat terus mengembangkan pelayanan yang kontekstual dengan memperhatikan budaya, bahasa dan kebiasaan masing-masing suku.

Wakil Bupati juga mengangkat kisah Raja Daud dan Raja Salomo sebagai refleksi dalam pembangunan rumah Tuhan.Ia menjelaskan bahwa Raja Daud memiliki kerinduan besar untuk membangun Bait Allah, namun tugas tersebut kemudian dilanjutkan oleh anaknya, Raja Salomo.

Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa pembangunan rumah Tuhan membutuhkan kerinduan, kesungguhan, kesinambungan dan keterlibatan bersama. “Karena itu, pembangunan gereja ini jangan berhenti hanya pada peletakan batu pertama. Setelah dimulai, harus terus dikerjakan sampai selesai dengan pertolongan Tuhan,” pesannya.

Selain berbicara mengenai pembangunan gereja, Wakil Bupati juga mengajak jemaat dan masyarakat Yahukimo untuk terus menjaga persatuan, kedamaian dan keamanan.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah hubungan kekeluargaan antarsuku, antarkampung maupun antarjemaat.
“Perbedaan jangan menjadi alasan untuk terpecah. Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun Yahukimo,” ujarnya.

Pemerintah, gereja, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat, menurutnya, memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun Yahukimo, bukan hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia, iman, karakter dan kehidupan sosial masyarakat.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar diarahkan kepada pendidikan, pelayanan dan kegiatan-kegiatan positif sehingga dapat menjadi bagian dari solusi bagi masa depan Yahukimo.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Yahukimo, Wakil Bupati mengajak seluruh jemaat untuk tetap tenang, tidak panik dan terus berdoa.

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjalankan pelayanan publik dan menangani berbagai kebutuhan masyarakat sesuai kondisi di lapangan. “Situasi sulit tidak akan berlangsung selamanya. Seperti musim yang berganti, keadaan juga akan berubah. Karena itu, mari kita tetap berdoa, bersatu dan percaya bahwa Tuhan akan memulihkan Yahukimo,” katanya.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati berharap pembangunan Gedung Gereja GIDI Eklesia Bonto Baru dapat berjalan lancar hingga selesai dan menjadi rumah Tuhan yang representatif, pusat persekutuan, pelayanan, pembinaan iman serta tempat bertumbuhnya generasi muda dalam kasih Tuhan.Ia kembali mengajak seluruh panitia, hamba Tuhan dan jemaat untuk tidak menyerah menghadapi tantangan.

“Mari kita membangun dengan iman, doa, kerja keras dan kebersamaan. Pemerintah mendukung sesuai kemampuan, sementara gereja, panitia dan jemaat terus melanjutkan tanggung jawab bersama. Kiranya seluruh proses pembangunan ini berjalan dalam penyertaan Tuhan dan menjadi berkat bagi seluruh jemaat,” pungkasnya.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply