JAYAPURA, Lapbiru.com – Ikatan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa/Mahasiswi Fayoh Papua Barat (IPPMF) Distrik Ayamaru Jaya, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, menggelar Musyawarah ke-2 di Kota Jayapura, Selasa (25/8/2026). Forum tersebut menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali organisasi yang sempat vakum sekaligus memilih ketua definitif baru.
Ketua Karateker Badan Pengurus IPPMF Fayoh Barat, Apolos Kareth, mengatakan musyawarah menjadi bagian penting dari mekanisme organisasi untuk melahirkan kepemimpinan baru.
“Besok kami melaksanakan musyawarah sebagai langkah organisasi untuk melahirkan ketua definitif IPPMF yang baru di Kota Jayapura,” kata Apolos.
Selain memilih ketua, forum tersebut diarahkan untuk memperkuat konsolidasi dan kaderisasi. Organisasi yang lama vakum diharapkan kembali aktif menjadi wadah bagi pemuda, pelajar, dan mahasiswa Fayoh yang berada di Kota Jayapura.
Musyawarah yang mengusung tema “Menata Kembali Kebangkitan Generasi Emas Fayoh yang Memiliki Cakap Intelektual dan Berdaya Saing.”. Menurut Apolos, tema tersebut dipilih untuk mendorong generasi muda Fayoh tetap berada dalam satu wadah organisasi. Mereka diharapkan mampu membangun kader yang tangguh, militan, serta memiliki kemampuan intelektual dan kepemimpinan.
“Kami ingin generasi emas yang baru datang kuliah dan masih berdomisili di Kota Jayapura tetap berada dalam satu wadah, satu barisan, dan satu komando untuk menciptakan kader yang tangguh dan cakap dalam organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musyawarah ke-2 IPPMF, Elin Sefaniwi, memastikan seluruh persiapan teknis telah rampung. Mulai dari materi persidangan, palu sidang, meja sidang hingga perangkat musyawarah telah disiapkan.
Musyawarah dijadwalkan berlangsung di Asrama Yumases, Kota Jayapura. Panitia juga telah menyebarkan undangan kepada keluarga besar Fayoh, organisasi lokal, serta asrama mahasiswa asal Maybrat.
“Besok kami sudah siap. Kami mengajak seluruh keluarga besar Fayoh yang ada di Kota Jayapura, mulai dari pemuda, mahasiswa sampai keluarga, untuk hadir. Inti kegiatan ini adalah musyawarah,” kata Elin.
Panitia memperkirakan sekitar 300 peserta akan hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah organisasi lokal dan asrama mahasiswa asal Maybrat juga telah diundang.
Elin menyebut musyawarah ini bukan sekadar agenda organisasi. Bagi pengurus dan panitia, kegiatan tersebut merupakan jawaban atas kerinduan untuk melihat IPPMF kembali aktif setelah lama vakum.
“Ini menjadi kerinduan dan keresahan kami untuk segera mengaktifkan kembali organisasi. Besok, 25 Agustus, adalah hajatan kami. Kami akan kawal prosesnya sampai paripurna dan selesai dengan lahirnya ketua definitif yang baru,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses musyawarah turut mendapat dukungan dari para senior dan sejumlah pihak yang selama ini membantu generasi muda Fayoh menyiapkan agenda tersebut.
“Bagi saya, tidak ada pemimpin besar yang lahir tanpa proses dan dinamika organisasi. Karena itu, kami ingin proses musyawarah ini berjalan baik sampai selesai,” pungkas Elin.











