SORONG, Lapbiru.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) melantik dua anggota Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Papua atau Bank Papua untuk masa jabatan 2026–2030, Sabtu (29/8/2026).
Pelantikan dilakukan setelah keduanya terpilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Papua yang berlangsung di Vega Prime Hotel, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Dua pejabat yang dilantik adalah Luhut Selamat Pahottua Siahaan sebagai Direktur Bisnis dan Bertha Affar sebagai Direktur Operasional Bank Papua.
MDF menegaskan, jabatan yang kini diemban keduanya bukan sekadar posisi di jajaran manajemen. Ada tanggung jawab besar untuk membawa Bank Papua menjadi lembaga keuangan daerah yang sehat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di Tanah Papua.
“Kepercayaan ini bukan sekadar jabatan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab untuk membawa Bank Papua menjadi lembaga keuangan daerah di Tanah Papua yang semakin sehat, profesional, modern, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia meminta dua direktur baru tersebut menjalankan tugas dengan integritas dan profesionalisme. Keberanian dalam mengambil keputusan juga menjadi hal yang ditekankan.
Menurutnya, jajaran direksi Bank Papua harus mampu bekerja solid. Koordinasi dengan Dewan Komisaris, regulator, pemerintah daerah, hingga seluruh pegawai Bank Papua harus berjalan dalam satu arah.
Sebab, kata dia, posisi Bank Papua tidak hanya sebagai lembaga bisnis yang mengejar keuntungan.
“Bank Papua bukan hanya sebuah institusi bisnis. Bank Papua adalah aset bersama dan bagian dari kebanggaan masyarakat di seluruh Tanah Papua,” ujarnya.
MDF berharap masuknya dua direktur baru dapat memperkuat kinerja Bank Papua. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah, penguatan kinerja keuangan, hingga pengendalian risiko.
Kepatuhan terhadap seluruh aturan dan regulasi juga tidak boleh diabaikan.
MDF menegaskan, Bank Papua ke depan harus terus bergerak menjadi bank daerah yang semakin kuat dan sehat. Persaingan industri perbankan yang semakin ketat, menurutnya, menuntut Bank Papua untuk terus berbenah.
“Bank Papua harus semakin kuat, sehat, kompetitif, terpercaya, dan mampu hadir lebih dekat dengan masyarakat,” tegasnya.











