JAYAPURA, LAPBIRU.COM – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri ( MDF) mengapresiasi kinerja jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang menyukseskan rangkaian refleksi kepemimpinannya pada 8, 10, dan 12 Oktober 2026. Meski persiapan dilakukan dalam waktu terbatas dan jadwal yang padat, seluruh agenda disebut berjalan sesuai arahan.
Apresiasi itu disampaikan MDF saat diwawancarai awak media di Gedung Negara, Jayapura, Selasa (13/10/2026) malam.
Ia menyebut kerja sama antara jajaran pemerintah provinsi menjadi faktor penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya bersama Pak Wakil Gubernur harus berterima kasih kepada semua kepala SKPD. Kami tahu mereka bekerja dalam ruang dan waktu yang sangat sempit. Puji Tuhan, semua bisa berjalan sesuai dengan apa yang kami arahkan,” ungkapnya.
Meski pelaksanaan refleksi kepemimpinan berjalan baik, Gubernur mengakui masih ada sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi. Evaluasi akan ditindaklanjuti mulai November 2026, sedangkan pembenahan yang membutuhkan perencanaan lebih menyeluruh akan dimasukkan dalam anggaran 2027.
Ia juga meminta seluruh OPD menjaga koordinasi karena pemerintah provinsi masih menghadapi agenda penting menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Program Unggulan Diperluas
MDF menegaskan, pemerintah provinsi tidak cukup hanya menjalankan program unggulan. Jangkauan dan manfaatnya bagi masyarakat juga harus diperluas.
Sejumlah program, di antaranya PACE, MACE, KASIH, dan JALAN, disebut telah berjalan di lapangan. Namun, pelaksanaannya masih terbatas di beberapa kabupaten.
“Kalau sekarang skalanya masih terbatas di beberapa kabupaten, sekitar tiga kabupaten. Pada 2027 nanti akan kami perluas, kalau bisa mencakup seluruh kabupaten di Papua,” ujarnya.
Target tersebut membuat penyusunan program dan anggaran 2027 menjadi tahap penting bagi Pemprov Papua. Pemerintah daerah perlu memastikan perluasan program berjalan sejalan dengan kesiapan anggaran dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
OPD Diminta Fokus pada RPJMD
Gubernur juga mengingatkan seluruh pimpinan OPD agar tidak menyusun program kerja sekadar untuk memenuhi agenda rutin. Setiap kegiatan harus memiliki sasaran yang jelas dan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua 2025–2029.
Menurutnya, pembahasan anggaran 2027 harus menjadi momentum untuk mempertajam program yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah. Dengan begitu, program unggulan tidak berhenti pada pelaksanaan, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan di pembahasan 2027 besok, kegiatan-kegiatan OPD betul-betul lebih tajam dimasukkan sesuai dengan visi-misi kami melalui program PACE, MACA, KASIH JALAN,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Papua kini dituntut menerjemahkan hasil evaluasi tersebut ke dalam perencanaan yang lebih terukur. Target perluasan program pada 2027 akan menjadi salah satu ujian bagi OPD dalam memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat di seluruh kabupaten.











