JAYAPURA, Lapbiru.com — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan komitmen mempercepat transformasi pembangunan daerah melalui visi Papua CERAH, yakni Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmoni. Memasuki tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Aryoko A.F. Rumaropen, pemerintah provinsi akan berfokus pada percepatan program prioritas dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pidato Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di Jayapura, 12 Oktober 2026, dengan tema “Memperkuat Fondasi Transformasi Papua CERAH”.
Gubernur menyampaikan, tahun pertama kepemimpinan menjadi fase penting untuk memperkuat fondasi pemerintahan, menyelaraskan program pembangunan, serta memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua 2025–2029.
Menurutnya, perjalanan awal pemerintahan tidak terlepas dari tantangan, terutama perubahan kapasitas fiskal setelah pemekaran tiga daerah otonomi baru. Dalam pidatonya, Gubernur menyebut pendapatan Provinsi Papua yang sebelumnya mencapai Rp11,04 triliun turun menjadi Rp3,73 triliun pada 2023 dan sekitar Rp1,8 triliun pada 2026.
Kondisi tersebut berdampak pada ruang fiskal pemerintah untuk membiayai pelayanan pendidikan, kesehatan, pembangunan ekonomi, dan kebutuhan belanja pegawai.
Meski demikian, Gubernur menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya pelayanan dasar kepada masyarakat. Pemerintah memilih memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh perangkat daerah untuk mencari solusi bersama.
“Papua CERAH belum utuh selama masih ada kampung yang hidup dalam gelap dan terisolasi,” demikian salah satu penegasan Gubernur dalam pidatonya.
Memasuki tahun kedua, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen mempercepat pelaksanaan program prioritas, mulai dari bantuan pendidikan, perlindungan kesehatan dan sosial, penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan konektivitas antarwilayah.
Gubernur juga mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk keterbatasan akses jalan dan listrik, pelayanan kesehatan di wilayah terpencil, kesempatan kerja bagi generasi muda, serta peningkatan kualitas pelayanan birokrasi.
Pemerintah Provinsi Papua menegaskan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari program yang diluncurkan atau penghargaan yang diterima, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
Melalui visi Papua CERAH, pemerintah berharap pembangunan dapat berlangsung lebih merata dan memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Papua.











