JAKARTA, Lapbiru.com — Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, S.H., M.H., didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Yahukimo, menghadiri pertemuan bersama Badan Pangan Nasional membahas penyaluran bantuan pangan dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Yahukimo, Senin (5/10/2026), di Kantor Badan Pangan Nasional, Jakarta.
Kehadiran Bupati Yahukimo bersama jajaran pemerintah daerah merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Yahukimo dalam memperkuat dan mengamankan sistem ketahanan serta distribusi pangan, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat di Kabupaten Yahukimo.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Lantai 6 Gedung E Badan Pangan Nasional. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi Pemerintah Kabupaten Yahukimo dengan Badan Pangan Nasional terkait kebutuhan dan distribusi pangan di daerah.
Bupati Didimus Yahuli menegaskan bahwa persoalan pangan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Yahukimo, terutama karena kondisi geografis dan sistem distribusi memberikan tantangan tersendiri dalam memastikan kebutuhan masyarakat tersedia secara berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Yahukimo berkomitmen untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat tersedia secara cukup dan terjangkau. Karena itu, kami terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan Badan Pangan Nasional maupun BULOG agar sistem ketahanan dan distribusi pangan ke Yahukimo semakin baik,” ujar Bupati.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah arah tindak lanjut yang menitikberatkan pada penguatan ketersediaan dan keterjangkauan pangan di Yahukimo, di antaranya optimalisasi kerja sama dengan Perum BULOG, percepatan distribusi pangan menuju Dekai, penguatan Gerakan Pangan Murah, pemutakhiran data penerima manfaat, serta percepatan ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.
Perkuat Kerja Sama dengan BULOG
Salah satu pembahasan utama adalah penguatan komunikasi Pemerintah Kabupaten Yahukimo dengan BULOG untuk memastikan pasokan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Dalam pertemuan itu juga dibahas penjajakan kerja sama pemanfaatan atau afiliasi gudang logistik pemerintah daerah dengan BULOG. Langkah tersebut diharapkan membuat proses pengadaan, penyimpanan, dan distribusi pangan lebih efisien serta menekan biaya distribusi.
Untuk kondisi bencana atau keadaan yang membutuhkan respons cepat, pemerintah daerah juga dapat mengajukan permohonan bantuan pangan kepada BULOG terdekat guna mempercepat mobilisasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Dorong Distribusi Pangan Melalui Timika
Pemerintah Kabupaten Yahukimo juga mendorong perubahan jalur distribusi pangan dari Merauke ke Timika. Secara operasional, jalur melalui Timika dinilai dapat mempermudah akses dan mendukung kelancaran distribusi pangan menuju Kabupaten Yahukimo.
Perubahan jalur tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan secara teknis dengan BULOG maupun distributor terkait.
Bupati menekankan bahwa kelancaran jalur distribusi sangat menentukan ketersediaan pangan bagi masyarakat Yahukimo.
“Yang harus kita pastikan bukan hanya ketersediaan pangan, tetapi juga bagaimana pangan itu dapat sampai kepada masyarakat dengan cepat dan lancar. Karena itu, jalur distribusi yang lebih efektif perlu kita dorong bersama,”katanya.
Kuota Penerima Bantuan Pangan Perlu Ditingkatkan
Pertemuan turut membahas peningkatan kuota penerima bantuan pangan yang saat ini tercatat sekitar 61.000 penerima manfaat.
Pemutakhiran dan verifikasi data akan dikoordinasikan melalui Dinas Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang lebih akurat dan mutakhir diharapkan menjadi dasar pengusulan penambahan kuota kepada pemerintah pusat sekaligus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
Gerakan Pangan Murah Diperkuat
Selain bantuan pangan, Pemerintah Kabupaten Yahukimo bersama Badan Pangan Nasional membahas tindak lanjut pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Yahukimo.
Koordinasi lanjutan akan dilakukan untuk mempersiapkan mekanisme, jadwal, dukungan, dan berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan GPM.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau serta menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Pastikan Beras Tersedia Sebelum Nataru
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kabupaten Yahukimo memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan beras di Dekai.
Target operasional yang dibahas adalah memastikan stok beras telah masuk ke Dekai dan siap didistribusikan sebelum awal Desember 2026, sehingga kebutuhan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi dan risiko kekurangan pasokan dapat diminimalkan.
“Kita ingin kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Natal, dapat dipersiapkan lebih awal. Stok beras harus tersedia di Dekai sebelum memasuki Desember sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pangan,” tegas Bupati.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Yahukimo akan memperkuat komunikasi dengan BULOG, menyiapkan prosedur cepat permohonan bantuan pangan pada kondisi bencana, mengoordinasikan perubahan jalur distribusi melalui Timika, serta melanjutkan komunikasi teknis dengan Badan Pangan Nasional mengenai pelaksanaan GPM.
Pemerintah daerah juga akan mendorong pemutakhiran data penerima manfaat melalui koordinasi Dinas Sosial dan BPS serta menyusun rencana kebutuhan, stok, jadwal pengiriman, dan buffer stock beras di Dekai sebelum awal Desember 2026.
Melalui pertemuan tersebut, Bupati Didimus Yahuli menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk membangun sistem ketahanan dan distribusi pangan yang lebih dekat, cepat, efisien, terukur, dan tepat sasaran, sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terjamin, termasuk di tengah tantangan geografis Kabupaten Yahukimo.











