Analogi Umat Buih

banner 468x60

Esai : Abdul Munib

Kami tidak akan membiarkan mereka lolos tanpa luka. Hidup mereka akan jadi pahit. Tidak diragukan lagi. Jika kalian pikir Zionis itu kuat dan hebat kalian salah total.

Dan tahu enggak kalian kenapa negara Arab diam saja ? Baginda besar Nabi Muhamad pernah bersabda nanti di akhir jaman umat islam banyak tapi tak bersatu. Untuk membela saudaranya yang dizalimi zionis tidak mampu. Seperti buih dilautan.

Mereka mengidap penyakit wahan yaitu penyakit takut mati dan cinta dunia. Hubbu dunya wa karohiyatul maut, cinta harta dunia dan takut mati. Itu ciri umat baginda nabi Muhammad di akhir jaman.

Sedangkan Iran berdiri digaris depan jihad fi sabilillah. Sahid adalah tujuan demi tegaknya kehormatan dan keadilan. Mereka lupa Iran itu siapa ? Dia adalah bangsa Persia yang ahli strategi perang. Dari jaman nenek moyang mereka pernah menaklukan Yunani hingga Romawi.

Jadi saat ini yang dilakukan Iran bukan lah yang terbesar. Hanya sebagai permulaan. Rudal Sijjil seberat 23 ton itu hanyalah hadiah pembukaan saja. Belum drone shahed, rudal fatah, khoramsar dan rudal haibar. Varian baru masih belum dikeluarkan dari Kota Rudal Bawah Tanah.

Airon dome Amerika yang katanya paling canggih sedunia dapat ditembus dengan sangat mudahnya. Iran sedang menunggu dan memancing biang keroknya bergabung dengan musuh.

Biar mudah menghancurkan nya sekalian dalam satu serangan saja. Saya yakin kalian paham siapa saja ketiga negara penyumplai uang senjata dan obat buat zionis selama ini. Tetangga munafik sudah lama dapat lehidupan enak, saatnya dia menanggung kesusahan.

Dibelakang Iran sudah stand bye tiga pendukung negara nuklir, yaitu Korea Utara, Rusia dan Cina yang sudah siap meluncurkan rudalnya jika Amerika, Inggris, Israel stau Prancis membom nuklir Iran.

Tak ada lagi celah untuk masa depan peradaban Barat. Ia akan runtuh dan ditinggalkan manusia. Karena telah sampai puncak kejahatan mereka di muka bumi. Dan itu disempurnakan dengan seksama oleh tangan berdarah Donald Trump.

Lalu kenapa umat Islam yang Al Qur’annya sama, Kiblatnya sama, Nabinya sama, Allahnya sama, sahadatnya sama, puasanya sama, hajinya sama, shalatnya sama, kok tidak bisa bersatu ? Bukankah diserukan pada mereka bahwa sesama orang beriman itu saudara, dan perlu dipelihara atau dijaga persaudaraan itu ? Tapi rakyat Palestina dibiarkan oleh saudaranya.

Pembiaran ini sudah delapan dekade. Bahkan raja-raja Arab bersekutu dengan musuhnya Palestina. Penganut Islam kini seperempat penduduk bumi, sekitar 2 milliar dari total 8 milliar penduduk. Tapi penduduk Palestina yang teraniaya tak tertolong. Jumlah banyak tapi seperti buih.

Ini perumpamaan buih yang diilustrasilan Al Quran dalam surah Ra’du ayat 17 : Alah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang.

Dan dari logam yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang hak dan yang batil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak berharga.

Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, menetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.

Ada perkataan Nabi Muhammad begini : “Hampir saja bangsa-bangsa saling memanggil… untuk menyerbu kalian, sebagaimana orang-orang yang saling memanggil untuk menghadiri hidangan makanan.” Sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit?” Rasulullah menjawab, “…kalian pada hari itu banyak. Tetapi kalian seperti buih di lautan”.

Fenomena umat buih yang sudah diwacanakan oleh Nabi sepertinya sedang kita rasakan sekarang. Kehebatan dan kekuatan Barat penopangnya cuma satu : Ketiadaan persatuan umat Islam. Padahal teguran Allah dalam Al Quran cukup jelas : Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka sehingga menjadi beberapa golongan.

Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka. Ar Rum ayat 32). Kecenderumgan kebanggaan atas golongan sendiri adalah suatu penyakit mental, memicu perpecahan dan mengoyak persatuan umat.

Pada eskalasi perang berikutnya Raja-raja Arab akan disuruh memilih secara terbuka. Bersama Iran atau bersama zionis-Amerika. Tak akan dibiarkan abu-abu seperti selama ini. Memberi tumpangan pada agresor.

Dalam perang siapa kawan siapa lawan harus lebih jelas. Jangan sampai kita jadi buih, yang akan ditinggalkan berlalu begitu saja. Jadilah apa saja yang bisa bermanfaat buat manusia. Ambillah posisi apa saja dalam perang ini meskipun hanya doa untuk kemenangan orang beriman.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply