Ruhullah Khamaini Arsitek Demokrasi Perlawanan

banner 468x60

Esai : Abdul Munib

Tanda sebuah negara itu demokrasi, adalah adanya Pemilu. Di Iran punya tiga Pemilu. Legeslatif, Pilpres dan Pemilihan anggota Majelis Kubrigan yang terdiri para ahli agama berjumlah 88 orang. Sistem demokrasi perlawanan ini telah dipilih oleh rakyat Iran melalui referendum. Sama ketika memutuskan Negara Republik Islam Iran juga dilakukan referendum. Diluar dugaan pilihan terhadap Republik Islam Iran maupun sistem Wilayatul Faqih mendapat persetujuan 98 persen rakyat Iran.

Bahkan Pancasila dan UUD 45 sekalipun di Indonesia belum pernah direferendumkan. Sehingga kita tidak pernah tahu dukungan rakyat Indonesia pada Pancasila dan UUD 45 berapa persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Arsitek atau pemilik konsep dan gagasan utama Republik Islam Iran dan Wilayatul Faqih adalah Rahbar pertama yaitu Sayid Ruhullah Khomaini Al Musawi. Rujukan Al Qurannya adalah ayat 122 surah Attaubah :
Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya. Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya. Dari kata Yafakuh fidin, itulah sistem ketata-negaraan Wilayatul Falih berasal.

Tapi persoalan pokoknya ada pada titik keyakinan mazhan syiah teradap subjek kepemimpinan Islam pasca Nabi Muhammad saw. Bahwa kepemimpinan itu masuk dalam kategori perkara Allah (Amrullah). Dan bukan Amrunnas (perkara manusia).

Dalam keyakinan Syiah 12 Imam seperti di Iran, kepemimpinan pasca Rasullulah adsa 12 orang. Mulai dari imam sayidina Ali, sayidina Hasan, sayidina Husen, .Sayidina Ali Zaenal Abidin, Sayidina Muhamad Baqir, Sayidina Jakfar Sodik, Sayididina Musa Kazim, Sayidina Ali Ridho, Sayidina Muhammad Zawad, Sayidina Ali Hadi, Sayifina Hasal Askari dan terakhir Imam Mahdi. Yang sebelas perrama sudah wafat, sisa satu terakhir diyakini mazhan syiah masih hidup sampai sekarang, namun dalam kesdaan Ghaib Kubro. Beliau oleh Alloh diberi umur panjang seperti nabi Nuh, sekitatr 1.200 tahun. Dan diyakini mereka akan dzuhur (nampak) diakhir jaman bersama nabi Isa Almasih. Mazhab ini adalah mazhab penantian kemunculan dua sosok diatas.

Sakralitas kepemimpinan pasca Nabi Muhamad saw sebagai perkara Amrullah (perkara Alloh), bersumber dari ayat 67 Almaidah berbunyi : Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika engkau tidak melakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjaga engkau dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Perkara yang disuruh menyampaikan itu adalah berupa pengumuman penetapan kepemimpinan pasca Nabi Muhamad kepada sayidina Ali.

Turunnya ayat ini dilanjutkan pengumuman penetapan kepemimpinan pasca Nabi Muhammad saw, dan setelah peristiwa itu baru turun ayat 2 Almaidah tentang penyempurnaan risalah agama. Begini ayatnya : Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Bahkan Ayat terakhir risalah Alquran dalam surat Ma’arij (surah nomor 70 ayat pertama) bercerita tentang azab yang ditimpakan bagi orang yang menyangkal suksesi ilahiah di tempat bernama Ghadirkum itu.

Diperkuat oleh gambaran pada ayat lain, Al Maidah ayat 55 dan Annisa ayat 59. Begini bunyinya : Sesungguhnya maula (pemimpin yang wajib ditaati seratus persen) hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang menger salat dan bersedwkah seraya rukuk. Keyakinan mazhan Syiah yang bersedekah sambil rukuk saat sholat di mesjid Nabawi Madinah adalah Sayidina Ali.

Yang surah Annisa 59 bunyinya begini :Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah secara total dan juga taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat

Dalam perjalanan Imam Ruhullah Khomeini dibuang ke Turki, Irak terakhir ke Prancis oleh rezim Pahlevi, hampir sama dengan nasib Bung Karno ketika dibuang Belanda ke Ende, Nusa Tenggara Timur. Ide dasar negara Pancasila muncul saat Bung Karno melihat daun sukun di pohon yang tumbuh di pekarangan rumah penjara. Demikian juga Ruhullah Komeini, di pembuangan nan terasing muncul di benaknya gagasan Penantian Aktif, sambil menunggu munculnya Imam Mahdi dan Nabi Isa Almasih. Bukan menunggu pasif yang duduk tak mengerjakan apa-apa. Republik Islam Iran adala manifestasi dari pemikiran Penantian Aktif munculnya Imam Mahdi, imamnya jaman ini. Gagasan-gagasannya sebagai seorang Ayatullah mujtahid disebar melalui kaset rekaman. Maka dari itu ada yang menamakannya Revolusi Kaset. Teknologi yang dapat digunakan secara efektif dijaman itu dan dapat diselundupkan ke majlis-majlis pengajian.

Seperti apa bentuk sistem ketata-negaraan dari Penantian Aktif itu ? Jawabannya adalah Republik Islam Iran yang menganut demokrasi tapi tidak menjiplak seratus persen demokrasi Barat. Disini dipisahkan antara urusan perkara sakral dan urusan perkara profan. Bentuk demokrasi Islam bercorak sistem Wilauatul Fakih sejak awal dilempar pada ajang referendum dan mendapat legitimasi dukungan sampai 98 persen suara rakyat.

Pada saat itu, jika Ruhullah Khoneini berkehendak menjadi raja pengganti meneruskan kerajaan Reza Pahlevi sangat sangat bisa. Kepercayaan pada sosoknya saat itu hampir seratus persen. Tapi Ruhullah Khomeini tak memilih itu. Konsep Wilayatul Fakihnya akan diberlakukan sampai Imam Mahdi Muncul bersama Isa Al Masih.Terbukti Demokrasi Perlawan dapat bertahan terhadap hegemoni Barat.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *