Esai : Abdul Munib
Sebagai sebuah republik Islam, Iran tentu tidak terlepas dari sumber utama Islam yang diwariskan oleh rasulnya yakni : Al Quran dan Al Itrah. Tentu saja Alquran itu harus direnung kan dalam-dalam oleh kaum mukminin. Sesuai perintah tazabur terhadap Al Quran. Ini ayatnya : Tidakkah mereka menadaburi (menghayati/merwenungi) Al-Qur’an? Seandainya (Al-Qur’an) itu tidak datang dari sisi Allah, tentulah mereka menemukan banyak pertentangan di dalamnya. (Annisa 82)
Di era perang Republik Islam Iran melawan rezim yahudi zionis Istael dan kaum musyrik Amerika serikat yang menuhankan Raja Trump, tentu perang ini kembali ke masa lalu perang di era Nabi Muhammad. Ada Badar, Uhud, Khandak maupun Khaibar. Perang yang sekarang ini hanya replika dan repetisi saja dari kisah masa lalu. Jaman dulu ada Abdulah Bin Ubay yang menggembosi kaum muslimin dari dalam. Sekarang juga sama ada Wahabi dan HTI yang perkataannya kemana tapi hatinya kemana. Hati merwka condong ke musuh walaupun mereka berbalut pakaian dan narasi Islam.
Orang Islam yang membela Zionis dan Amerika Serikat tergolong kaum munafik. Ini ayat tentang kerjaan kaum munafik, sahabat nabi bernama Abdullah bin Ubay bin Salul, yang kerjanya menyakiti keluarga nabi, mempovokasi, memfitnah, memecah belah kaum muslim.
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah kelompok di antara kamu (juga). Janganlah kamu mengira bahwa peristiwa itu buruk bagimu, sebaliknya itu baik bagimu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Adapun orang yang mengambil peran besar di antara mereka, dia mendapat azab yang sangat berat.(Annur ayat 11)
Berikut ini ketentuan dan janji Allah dalam ayat-ayatNya yang kita baca. Tentang orang kafir yang memulai perang terhadap umat Islam.
Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa membela mereka.(Al Hajj 39)
Ingatlah bahwa kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu, di antara kamu ada orang yang kikir. Padahal, siapa yang kikir sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Allahlah Yang Mahakaya dan kamulah yang fakir. Jika kamu berpaling (dari jalan yang benar), Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan (durhaka) sepertimu.(Muhammad ayat 38). Disini terlintas pengjianatan Raja-Raja Arab terhadap umat Islam dunia. Mereka telah digantikan bangsa lain. Walau mereka dulu berjaya berkat Islam.
Janganlah kamu merasa lemah dalam mengejar kaum itu (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan sebagaimana yang kamu rasakan. (Bahkan) kamu dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.(Annisa 104). Sini perenungan.membawa pada rakyat Iran tersakiti tapi mereka tak lemah.
Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda. Dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, (tetapi) Allah mengetahuinya. Apa pun yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas secara penuh kepadamu, sedangkan kamu tidak akan dizalimi.(Al Anfal ayat 60).Setiap bangsa harus punya persiapan perang yang memadai, seperti kota rudal bawah tanah.
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.(Al Baqarah192). Ketika perang sudah disulut apinya dan berkecamuk, umat Islam pantang mundur. Dua pilihan sama-sama baik : menang atau mati syahid.
“Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak…” (QS. An-Nisa Ayat 75). Disini letak panggilan Al Quran untuk membela Palestina.
Dan ayat berikut ini adalah Road Map atau peta jalan Bani Israil yang tak bisa bersyukur. Dulu mereka diperbudak Firaun lalu diselamatkan. Namun.mereka.membunuh para nabi dan berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka berperang dengan Allah lewat penentangan menjalankan riba.
Kami wahyukan kepada Bani Israil di dalam Kitab (Taurat) itu, “Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.
Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana. Babilonia kala itu menghajar mereka.
Kemudian, Kami memberikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan menjadikanmu kelompok yang lebih besar.
Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
Mudah-mudahan Tuhanmu melimpahkan rahmat kepadamu. Akan tetapi, jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Kami jadikan (neraka) Jahanam sebagai penjara bagi orang-orang kafir. Lima ayat ini ditujukan pada mereka dan mengajak mereka baik-baik. (Al Isra ayat 4-8)










