Esai : Abdul Munib
Elit Global, yaitu para pengusung mazhab ekonomi kapitalisme, mereka memiliki gada pemukul berupa eksistensi militer, selain yang populer kita dengar berupa infrastruktur pengendalian moneter dan fiskal, IMF, Bank Dunia, Sistem Swift, dan media framing.
Selama ini selain penguasaan jaringan keuangan global, Elit Global mengendalikan eksistensi militer sebagai alat hegemoni, melalui penguasaan politik dalam Pemilu yang sudah dikunci. Partai Demokrat atau Partai Republik yang menang Elit Global lah yang sebenarnya menang. Entitas ini sangat manipulatif, raja tega, ngeyel, serakah dan sombong. Sesungguhnya mereka adalah orang Askenazi, ber-DNA halplogrkup G. Sama dengan klan Daud dan klan ba Alwi kabib di Indonesia. Simbul ba’al menjadi identitas rahasia mereka.
Hari ini, ketika Iran ternyata dapat mencengkeram erat leher Selat Hormuz, dan kekuatan militer dunia tak dapat mencegahnya, dunia tampak terperangah. Ada apa ? Kenapa militer dunia yang selama ini digambarkan oleh Global Fire Power (GFP) ada di pihak Barat kok tiba-tiba tak ada apa-apanya. Media Barat sebagai kekuatan terunggul bungkam, kok tak bisa kalahkan Iran seorang diri yang mencekik Selat Hormuz. Inilah yang dinamakan perang asimetris. Perang yang tidak simetris.
Jika berpikir secara simetris memang tak mungkin Iran mengalahkan militer Barat. Tapi secara asimetris bisa. Meski secara jumlah kekuatan senjata Iran kalah dibanding Barat namun, batang leher Selat Hormuz yang dicekek itu sejatinya adalah entitas ekonomi dunia. Iran berani menantang dunia melakukan harakiri ekonomi, tapi dunia tak berani. Dunia masih takut jatuh miskin. Tapi Iran tak takut lapar, “Kami anak-anak Ramadhan. ” Itu kata mereka.
Negara Eropa memilih ekonomi masing-masi g aman, ketimbang menjawab seruan Trump untuk bersatu dengannya membuka Selat Hormuz yang belum tentu bisa dibuka. Bisa juga Selat Hormuz nantinya terbuka tapi barang yang mau dibawah sudah tidak ada karena semua fasilitas energi dan kilang bahan bakar sudah dihancurkan.
Dunia ternyata lebih memilih ekonomi dari pada pamor eksistensi militernya. Iran mengetahui jalan pikiran Barat. Makanya Iran mengajak bunuh diri ekonomi. Sama-sama hancur. Sedangkan dalam Mazhab kapitalisme murni Barat meteri atau harta adalah kekasih dan tujuan akhir mereka. Iran sangat tahu jati diri musuhnya. Sehingga mudah mengalahkannya.
Jika Barat memilih berperang dengan Iran untuk membuka Selat Hormuz, bisa jadi dengan menggunakan semua persenjataan Barat yang ada selat akhirnya dapat dibuka. Tapi setelah selat terbuka Kawasan Asia Barat sudah kembali ke jaman batu. Iran punya drone dan balistik yang tak diketahui jumlahnya oleh intelejen musuh. Dan pabriknya tak mungkin dapat dihancurkan karena berada di kediaman kota rudal bawah tanah di rentangan 3.000 kilometer sepanjang pegunungan Zagros, Al boz dan gurun terpanas. Kota rudal itu sepanjang tiga kali pulau Jawa.
Gemeretak kehancuran rezim Zionis sudah semakin jelas. Jika Amerika tak memilih mundur, dia akan terseret kedalam harakiri ekonomi, sebuah plot perang baru yang tak pernah ada dalam sejarah dunia. Apakah rakyat Amerika akan mau ikut terseret pada perang yang sebenarnya bukan perangnya melainkan perang Zionis melawan Iran. Ekonomi global akan runtuh. Semua perhitungan perusahaan akan meleset. Dunia akan marah kepada Amerika.
Presiden Donald Trump hakikatnya adalah Makar Allah yang sangat tersamar. Jika yang punya Langit Bumi ini berkehendak siapa bisa menahannya. Lewat tangan Trump, digdaya peradaban Barat ditumbangkan dalam waktu 40 hari saja. Begitulah Allah mengerjakan apa yang dia kehendaki.
Secara akal kecerdasan Iran memakrifati musuhnya yang mengusung Mazhab kapitalisme murni. Kekasih dan tujuan mereka adalah harta. Maka entitas Mazhab seperti ini harus disandera kekasihnya. Iran telah mempersiapkan 40 tahun untuk dapat mencekik selat Hormuz yang kekuatan siapapun tak bisa mencegahnya. Kesiapan untuk hancur-hancuran ekonomi tak dimiliki Barat. Karena ekonomi bagi Barat adalah kekasih sekaligus tujuan mereka.
Berperang dengan ilmu. Itulah Iran. Dia tahu siapa hakikat musuhnya. Dia tahu jabanin senjata musuhnya dengan prinsip asimetris. Dia tak perlu memenangkan perang ini. Cukup dengan musuhnya kehabisan tenaga (biaya). Dia tahu keunggulan selat Hormuz, arus laut dalam selebar tiga kilometer yang dapat dilalui tanker. Sedang bagian lainnya dangkal. Disebelah mulut selat ada terowongan untuk parkir puluhan ribu boat supercepat yang dipersenjatai rudal. Puluhan kapal selam tanpa awak berkeliaran di teluk itu yang dilengkapi torpedo. Selain itu terpasang belasan ribu ranjau laut siap ledak jika tombolnya ditekan. Sedangkan menjinakan ranjau darat saja setengah mati.
Semua itu dipersiapkan Iran lama sekali dan sangat sempurna. Sehingga ekonomi dunia bisa dibunuh disitu. Pilihan Amerika hanya dua : mau berhenti sekarang atau perang hancur-hancuran. Masyarakat Iran siap, apakah masyarakat Barat kapitalis juga siap ? Disitu masalahnya. Barat tak akan siap kekasih dan tujuannya dibunuh.
Sehingga raja-raja Arab kini sangat dilematis. Mereka terseret ke perang yang bukan perang mereka. Tapi tempatnya di negara mereka, karena pangkalan Amerika ada disitu. Bagaimana nasib ekonomi mereka yang terdiri dari minyak, pariwisata dan pusat keuangan kawasan ? Sedangkan sekarang para ekspatriat sudah pada kabur, apakah mereka masih akan kembali atau tidak belum tahu.
Perang sudah sampai di hari ke empat puluh. Ekonomi dunia tercekik di Hormuz. Eropa memilih selamatkan ekonominya masing-masing dari pada ikut ajakan Trump berperang. Sedangkan Trump sendiri berhadapan dengan empat tekanan. Demo dari rakyat sendiri yang protes bensin harga melambung. Tekanan politik kalau Partai Demokrat menang di Pemilu sela, itu artinya ancaman Impichmen. Tekanan pasar bursa yang tidak setabil dan ancaman ditinggalkan Sekutu.
Lalu apa kabar Zionis ? Apakah ramalan Syeh Yasin dari Palestina akan tepat yang menyatakan siklus kejahatan Zionis hanya akan sampai di 2027 saja. Atau masih panjang sedikit yakni 83 tahun dari berdirinya yakin 2031. Kita masih menyimak perkembangan perang ini bagaimana kesudahannya.










