Iran Bahkan Mampu Menghacurkan Seluruh Eropa, Tapi Belum Ada yang Memicunya

banner 468x60

Esai : Abdul Munib

Kalau Trump dan Setan Nyaho tidak membunuh Rahbar Sayid Ali Khamenei, tentu dunia tetap tidak tahu bahwa Republik Islam Iran punya kekuatan angkatan perang yang sedahsyat ini. Gugur syahidnya Rahbar Ali Khamenei menguak tabir digdaya kekuatan perang Iran. Bahkan Global Fower Fire pun buta tak mengetahui ini.

Dalam masa duka 40 hari, seluruh pangkalan militer Amerika Serikat yang diadakan untuk melindungi langit Zionis, sudah kelar semua porak poranda di seluruh kawasan. Kerja yang bagus. Hasilnya pangkalan militer tak berfungsi lagi.

Tentara AS tak menghuninya lagi, – mereka berhamburan tinggal di hotel-hotel. Dalam kejaran Vevak. Sebanyak sekitar 12 ribu orang tentara AS tertangkap atau menyerahkan diri menjadi tawanan Garda Revolusi.

Tombol perang sudah terlanjur ditekan oleh tangan Trump dan Setan Nyaho, tapi mereka dua tak tahu dimana tombol OFF untuk menghentikan perang ini. Pasukan IRGC telah membuang kunci tombol itu ke dasar laut Selat Hormuz yang dipenuhi hampir sepuluh ribu ranjau sungguh mati, yang bisa bikin terbalik kapal Induk

Dalam kontrol kendali penuh kapal selam minimalis, belasan ribu speedboat berudal yang bermarkas di terowongan air, serta rudal dan drone di sepanjang dinding gunung di sisi timur Teluk Persia. AS nyatanya tak bisa rebut selat itu dari cengkeraman IRGC.

Sebetulnya kehebatan Iran terletak pada kecerdasan mereka memakrifati musuhnya. Barat tak akan perduli dengan jumlah tentara mereka yang mati. Ini terbukti di perang-perang mereka sebelumnya, di Vietnam misalnya. Perang Barat tidak peduli mengorbankan sipil. Tidak peduli dengan hukum internasional.

Yang Barat peduli hanya kekasihnya harta. Mencekik selat Hormuz adalah meramas batang leher kekasih Barat dan Zionis. Mereka dua sama. Sama-sama penyembah Ba’al. Tanduk setan yang simbolnya diabadikan dalam menara hotel Grand Zam Zam bertetangga dengan Ka’bah,

Iran tahu varian senjata apa saja yang dipabrikasi di perusahaan raksasa Amerika seperti Lockheed Martin, RTX Corporation (Raytheon), dan General Dynamics. Bagaimana cara kerja senjata-senjata itu, kelebihan dan kekurangannya. Iran membuat penangkal asimetrisnya.

Bahkan bagaimana mental dan karakter tentara Barat Iran sudah mengkajinya semua. Iran sudah tamat mengkaji siapa musuhnya. Sementara Barat tidak tahu apa-apa tentang siapa Iran dan kota rudal bawah tanah (KRBT) di sepanjang 3 ribu kilometer terowongan. Gudang sekaligus pabrik rudal yang bekerja senyap dan masif di kedalaman pegunungan.

Berapa senjata yang tersedia, dan berapa kemampuan produksi setiap harinya. Itu semua nyaris tak diketahui oleh musuhnya. Kita belum bisa bicara senjata plasma dan senjata elektromagnetik yang negara lain di dunia tak memilikinya, bahkan Rusia dan Cina sekalipun.

Eropa yang terguncang ekonominya akibat perang Ukraina dipukul lagi oleh perang AS Zionis melawan Iran. Pukulan ini lebih sadis. Minyak, gas dan pupuk terkunci. Industri Eropa rentan. Ekonomi dunia terguncang. Rakyat AS harus beli bensin harga lima dollar.

Kalau Eropa ikut-ikutan AS, rudal Iran siap mengakhiri pukulan mematikan. Hari-hari yang berat buat Eropa. Perang kali ini perang yang sangat lain. Ditangan Trump keputusan perang ini entah akan berakhir kapan. Enyah dari kawasan secepatnya jika tidak ekonomi dunia akan terus tersandera. Dan Iran punya kekuatan untuk itu. Karena perang tidak bisa hanya dengan mainkan jari diatas Twitter X seperti Trump : Bangga embunuh tokoh agama Rahbar dan menghina Paus.

Tetangga nakal Raja-Raja Arab yang menyediakan tumpangan buat para pembunuh, mereka akhirnya harus menanggung akibatnya yang sangat berat. Ekonomi negaranya tiba-tiba diselimuti ketidak pastian. Harta minyaknya mati tak bisa bergerak. Seolah seperti mimpi di siang bolong, Tiba-tiba semuanya berubah jadi serba sial. Bestinya yakni AS yang berulah, mereka yang tanggung akibat.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *