Baliho MDF-AR Dirusak Apedius Mote: Politik Identitas Telah Merusak Akal Sehat

banner 468x60
Jayapura –Baliho pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 2, Matius D. Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MDF-AR), dirusak secara brutal. Wajah Fakhiri dicoret hitam, nomor urut dua disilang dengan benda tajam, dan permukaan spanduk robek di beberapa bagian.
Kejadian ini menambah daftar panjang serangan terhadap alat peraga kampanye MDF-AR menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua 2025. Sekretaris Tim Koalisi MDF-AR, Apedius Mote, mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk kepanikan kubu lawan menghadapi derasnya dukungan rakyat.
 “Kalau yakin menang, tunjukkan dengan visi, bukan dengan tangan kotor,” ujar Apedius dalam pernyataan tertulis, sabtu, 28 Juni 2025. 
Dengan tegas dia katakan Demokrasi bukan ajang vandalisme, tapi ruang adu ide dan gagasan.
Spanduk yang dirusak itu dipasang oleh DPD Partai Golkar Kota Jayapura, dengan desain menyerupai surat suara resmi. Posisi baliho berada di lokasi strategis dan menjadi rujukan visual masyarakat terhadap pilihan paslon di lapangan.
Mote menduga perusakan dilakukan oleh simpatisan atau oknum dari kubu BTM-CK. Meski belum ada bukti langsung, ia menilai motifnya mengarah pada upaya mengintimidasi pendukung MDF-AR dan menciptakan ketegangan horizontal.
 “Ini bukan hanya soal baliho. Ini soal bagaimana politik identitas sudah merusak akal sehat rakyat kecil. Mereka dijadikan alat propaganda, bukan subjek demokrasi,” katanya.
Lebih lanjut Mote menyebut, fenomena ini sebagai bentuk banalitas kekerasan politik yang terus berulang, khususnya di wilayah dengan sejarah konflik elektoral yang panjang. Polarisasi semakin tajam, dan kampanye tak lagi bicara program, tapi saling jegal secara simbolik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari kubu BTM-CK maupun penyelenggara pemilu terkait insiden tersebut. Tim MDF-AR mendesak Bawaslu dan aparat penegak hukum segera mengusut dan memberikan sanksi terhadap pelaku.
Dalam lanskap politik Papua yang rawan gesekan, tindakan perusakan alat kampanye dianggap bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi ancaman terhadap masa depan demokrasi yang adil dan sehat.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *