Dari 2019–2026, Korban Banjir Sentani Belum Dapat Rumah Tetap, MDF Turun Tangan Cari Solusi

banner 468x60

JAYAPURA – Lapbiru.com
Tujuh tahun pascabanjir bandang Sentani, ratusan warga masih tinggal di hunian sementara. Kepastian rumah permanen belum juga mereka dapatkan.

Fakta itu terlihat saat Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai, dan Bupati Jayapura Yunus Wonda turun langsung ke Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi di Sentani, Rabu (29/4/2026).

Di lokasi, warga menyampaikan keluhan secara terbuka. Rumah bantuan yang mereka tempati sejak 2022–2023 mulai rusak. Status lahan pun belum jelas.

Juru Bicara Korban Banjir Bandang Sentani, Pdt Evelin Ugadje, mengatakan warga hanya ditempatkan sementara. Sementara waktu terus berjalan.

“Kami terus menunggu janji pemerintah. Rumah ini sementara, sekarang sudah banyak yang rusak,” katanya.

Ia menegaskan, warga butuh kepastian hunian tetap. Bukan sekadar tempat tinggal darurat.

“Kami tinggal di tanah yang tidak bersertifikat. Kalau suatu saat kami disuruh keluar, kami harus ke mana?” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ondofolo Ifale, Jhoni Suebu. Ia menyebut aspirasi warga sudah lama disampaikan, bahkan hingga ke Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Jayapura.

“Aspirasi itu langsung ditindaklanjuti. Tapi sampai sekarang, warga masih tinggal di rumah sementara,” katanya.

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengakui persoalan ini belum tuntas. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada warga.

“Yang janji tinggal janji. Sekarang kami ada untuk selesaikan masalah ini,” ucapnya.

Fakhiri memastikan pemerintah tidak akan berhenti mencari solusi, meski anggaran terbatas.

“Kami tidak menyerah. Pasti ada jalan untuk bantu masyarakat,” tegasnya.

Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai menyatakan dukungan penuh lembaganya. Ia menyebut pemerintah provinsi menyiapkan opsi lahan untuk pembangunan rumah permanen.

“Gubernur siap siapkan tanah milik Pemprov. Nanti dibangun rumah layak huni untuk warga,” katanya.

DPR Papua akan mengawal dari sisi anggaran dan kebijakan agar pembangunan bisa segera berjalan.

Saat ini, sekitar 300 warga korban banjir bandang Sentani masih bertahan di hunian sementara bantuan Yayasan Tzu Chi. Sejumlah bangunan mulai rusak. Harapan mereka sederhana: rumah tetap yang layak dan punya kepastian hukum.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply