JAYAPURA –Lapbiru.com
Ibadah syukur ulang tahun ke-80 Barnabas Suebu berlangsung hangat, Kamis malam. Dalam momen itu, Gubernur Papua, Matius D Fakhiri( MDF) menegaskan komitmennya melanjutkan jejak kepemimpinan tokoh yang dikenal luas sebagai Kaka Bas.
Acara dihadiri tokoh gereja, tokoh adat, masyarakat, serta keluarga besar Suebu. Suasana penuh kekeluargaan. Doa dan ucapan syukur mengalir sepanjang ibadah.
Gubernur langsung menyinggung makna usia 80 tahun yang diraih Kaka Bas. Bagi dia, itu bukan sekadar angka.
“Ini perjalanan panjang pengabdian untuk Papua. Jejaknya nyata dan masih terasa sampai hari ini,” ujarnya.
Barnabas Suebu dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Papua. Ia pernah memimpin provinsi ini di dua periode berbeda, sesuatu yang jarang terjadi dalam kepemimpinan daerah.
Menurut gubernur, kepercayaan itu tidak datang begitu saja. Ada gagasan, karakter, dan keteguhan yang membuat rakyat tetap percaya.
Ia menegaskan, pengalaman Kaka Bas menjadi pengingat bagi pemimpin saat ini. Bahwa membangun Papua bukan sekadar soal kekuasaan.
“Ini tanggung jawab sejarah. Kita tidak boleh main-main,” tegasnya.
Gubernur juga membeberkan tiga hal penting dari sosok Kaka Bas yang harus dijaga. Keberanian bermimpi besar, menjaga persatuan, dan kesetiaan kepada rakyat.
Papua, lanjut dia, kini memasuki babak baru. Wilayah berkembang. Provinsi baru bermunculan. Ruang pembangunan makin terbuka.
Namun, ia mengingatkan agar fondasi yang sudah dibangun tidak dilupakan.
“Setiap langkah hari ini berdiri di atas apa yang sudah diletakkan oleh Kaka Bas,” katanya.
Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan penghormatan atas pengabdian panjang tersebut. Sekaligus mendoakan kesehatan dan kekuatan bagi Kaka Bas agar tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Di akhir sambutan, gubernur menyampaikan komitmen tegas. Ia memastikan estafet pembangunan akan terus berjalan.
“Apa yang telah Kaka Bas mulai bagi Papua, akan kami jaga, kami lanjutkan, dan kami buktikan,” ucapnya.











