Di Balik Tuduhan Kubu BTM- CK : Membaca Strategi Politik Kubu BTM-CK Menjelang Rekapitulasi PSU Papua

banner 468x60
Jayapura,  — Pernyataan Ketua LSM Gempur Papua dan  anggota tim komunikasi pasangan BTM–CK, Panji Agung Mangkunegoro dan Yulianus Dwaa, yang menuding klaim kemenangan MARI-YO sebagai modus mark-up suara memantik tanda tanya besar. 
Benarkah tuduhan itu berlandaskan data, atau sekadar manuver politik di detik-detik krusial rekapitulasi PSU Pilgub Papua?
Fakta di Lapangan Data C1 Menguatkan Kemenangan MARI-YO
Tim investigasi Laporan Langit Biru menelusuri dokumen C1 Plano dari sejumlah TPS di Kota Jayapura, Keerom, dan Waropen . Hasilnya konsisten menunjukkan keunggulan pasangan Mathius D. Fakhiri – Aryoko Rumaropen di sebagian besar titik.
Sumber internal di posko MARI-YO menyebut, seluruh klaim kemenangan mereka bersandar pada salinan resmi C1 Plano yang dikumpulkan saksi di TPS, bukan dari perhitungan Excel mentah seperti yang dituduhkan Panji.
“Data yang kami pegang bisa diverifikasi publik. Kalau ada yang bilang hasilnya 108 persen, itu fiksi politik,” ujar Apedius Mote, Sekretaris Koalisi Papua Cerah MARI-YO, ketika dihubungi LLB.
Polanya Terlihat Mengaburkan Narasi Publik
Analisis LLB menunjukkan, tuduhan Panji dan Yulianus Dwaa muncul tepat setelah tren hasil hitung cepat internal MARI-YO mulai tersebar luas. Narasi ini berpotensi mengaburkan persepsi publik dan mengikis legitimasi kemenangan lawan, sebuah pola yang umum dalam kompetisi politik keras di Papua.
Sumber lain di lingkaran BTM–CK mengakui, ada kekhawatiran internal bahwa momentum psikologis kini dikuasai MARI-YO.
Posisi Panji : Aktivis, Tersangka UU ITE atau Juru Serang Politik?
Meski dikenal sebagai Ketua LSM, Panji juga tercatat sebagai bagian dari tim komunikasi resmi BTM–CK. Status ganda ini menimbulkan pertanyaan etis ketika seorang aktivis mengeluarkan tuduhan politik tanpa bukti teknis terbuka, sejauh mana publik bisa memisahkan sikap personal dan agenda kampanye?
MARI-YO merespons dengan mengajak masyarakat, media, dan pemantau independen untuk hadir di setiap tahapan rekapitulasi di tingkat PPD hingga KPU provinsi.
“Yang kami lakukan bukan lobi, tetapi menjaga agar suara rakyat tidak hilang. Semua mata rakyat Papua mengawasi,” tegas Apedius Mote.
Tuduhan Panji dan Yulianus Dwaa terhadap MARI-YO sejauh ini belum disertai bukti teknis yang dapat diuji publik. 
Justru, pola kemunculan pernyataan ini mengindikasikan manuver politik untuk membentuk narasi tandingan dan mempertahankan posisi tawar kubu BTM–CK menjelang pleno rekapitulasi. 
Dalam kontestasi ketat seperti PSU Papua 2025, publik berhak mendapat data, bukan sekadar opini.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *