Kesepakatan Waropen untuk Koalisi Papua Cerah Suara Politik dari Waropen Timur dan Barat

banner 468x60

Waropen – Di balik dinamika Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua 2025, ada suara bulat yang menguat dari Waropen. Bukan sekadar dukungan biasa, tetapi kesepakatan politik yang dikawal dengan hati-hati dan penuh harapan.

Ketua Koalisi MDF–AR Kabupaten Waropen, Kaleb Woisiri, menyampaikan bahwa dukungan kepada pasangan Matius D. Fakhiri–Aryoko F. Rumaropen (MARI–YO) bukanlah keputusan emosional. Ini adalah hasil dari konsolidasi politik yang matang antara masyarakat Waropen Timur dan Barat wilayah yang berbatasan langsung dengan Nabire, Intan Jaya, dan Mamberamo Raya.
“Kami orang Waropen harus punya sikap politik. Kalau kami menangkan paslon nomor 2, apa yang jadi porsi untuk Waropen” tegas Kaleb di hadapan para tokoh masyarakat Masirei dan Wapoga beberapa waktu lalu.
Sikap politik itu kini dijabarkan dalam bentuk konkret. Kaleb menyebutkan sejumlah jabatan strategis yang perlu dinegosiasikan secara terbuka jika MARI–YO terpilih. 
Di antaranya, posisi Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala Dinas PU, hingga Dinas Perikanan. Lebih dari itu, pembangunan infrastruktur yang selama ini tertunda juga masuk dalam daftar tuntutan Jalan Botawa–Masirei, Jembatan Wapoga, Jembatan Demba, dan konektivitas wilayah Sirami.
Di Waropen, nama MARI–YO bukan hanya representasi figur, tapi lambang harapan. Kaleb Woisiri menyatakan bahwa pilihan politiknya berdasar pada masa depan dua wilayah persiapan pemekaran Ghondumi Sisare dan Lemba Rufaer.
 “Saya pilih MARI–YO demi masa depan dua daerah ini. Wilayah barat dan timur Waropen sudah masuk RUU sejak 2013. Tapi moratorium sejak 2014 membuat semuanya stagnan. Ini saatnya dihidupkan kembali,” ujarnya, Jumat 1 Agustus 2025.
Data historis mencatat, ada 75 calon DOB yang sempat dibahas di era Presiden SBY, dan 26 lainnya di masa Presiden Jokowi. Waropen Barat dan Timur, yang sejak lama masuk dalam RUU Daerah Otonom Baru ( DOB), tak ingin lagi tertinggal. Menurut Kaleb, memenangkan MDF adalah kesempatan politik untuk Waropen memperjuangkan nasibnya sendiri.
Menatap 6 Agustus Adalah Momentum Waropen
Tanggal 6 Agustus bukan sekadar hari pencoblosan. Bagi masyarakat Waropen, itu adalah hari penentuan. Bukan hanya siapa yang akan duduk di kursi gubernur, tetapi juga ke mana arah keadilan pembangunan akan berpihak.
Kaleb memastikan bahwa suara Waropen bukan hanya retorika. Sebagai Ketua Tim Pemenangan MARI–YO Kabupaten Waropen, ia menjanjikan gerak politik yang terukur dan komitmen yang tidak berubah.
 “Harapan besar ini akan kami wujudkan pada 6 Agustus. Dukungan masyarakat Waropen bukan sekadar suara TPS, tapi suara untuk masa depan Papua yang cerah.” katanya.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *