Sabotase Gagal Total, Kampanye MDF-AR Tetap Jalan di Tobati

banner 468x60

Jayapura – Upaya penghadangan kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri–Aryoko Rumaropen (MDF–AR) di Kampung Tobati berujung antiklimaks. Aksi sekelompok orang yang mengatasnamakan Perempuan Adat Tobati gagal membendung gelombang kampanye yang sudah dijadwalkan.

Sebuah spanduk bernada penolakan sempat terpasang di pintu masuk kampung, bertuliskan huruf kapital mencolok.
“KAMI PEREMPUAN ADAT TOBATI MENOLAK KERAS!!! ADANYA AKTIVITAS SELAIN MASYARAKAT ADAT DI SINI.”
Namun, tidak butuh waktu lama untuk publik mencium aroma sabotase. Sejumlah tokoh langsung angkat suara, menilai aksi tersebut sarat kepentingan dan tidak mewakili suara Tobati secara menyeluruh.
Sementara itu, pernyataan bernada satir muncul dari aktivis muda Yerri Saroge. Ia menulis.
“Ada yang pele pagar jaga deng tombak, tapi sayang disayang, babi utan tabrak pagar, tabongkar biasa-biasa saja. Lapis yang pegang tombak cuma bisa lihat.” unggahnya lewat akun facebooknya.
Unggahan Yerri disambut gelak tawa di media sosial. Banyak yang menafsirkan metafora “babi utan” sebagai simbol kuatnya arus perubahan yang tidak bisa dihadang oleh pagar-pagar kecil berbasis kepentingan sesaat.
Kampanye MDF–AR pun berlangsung tanpa hambatan berarti. Warga tetap berdatangan, bahkan sebagian tokoh adat Tobati terlihat hadir diam-diam, memberi dukungan secara moral.
Sejumlah pengamat menilai, kejadian di Tobati memperlihatkan dua hal pertama, masih adanya upaya politisasi identitas menjelang PSU Papua 2025. Kedua, rakyat mulai lelah diperalat oleh elit yang menyebar rasa takut, namun tak pernah memberi solusi nyata.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *