Surat Edaran Kedua GKI Tanah Papua Soal PSU Picu Kritik: “Tuhan Belum Jawab, Mereka Sudah Kirim Lagi

banner 468x60

Jayapura– Surat edaran kedua dari Badan Pekerja Klasis Biak Selatan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua terkait Pemilihan Suara Ulang (PSU) pada 6 Agustus 2025 kembali mengundang sorotan publik. 

Salah satunya datang dari Aktifis Pemuda,  Jimmy Hegemur yang melalui akun Facebook pribadinya menyampaikan kritik pedas atas langkah gereja yang dinilai terlalu jauh masuk dalam urusan politik praktis.
Dalam unggahan tersebut, Jimmy menulis:
 “Surat yang pertama belum ada perhatian dari konstituenya dan Tuhan pun belum menjawab, jadi surat kedua keluar lagi untuk mempertegas rasa nafsu kekuasaan mereka. Partai ini rusak betul…”, Ungkapnya 
Surat edaran bertanggal 12 Juni 2025 itu, ditandatangani oleh Ketua Klasis Pdt. Yohanis Kbarek, S.Th dan Sekretaris Pdt. Jacob D. M. Latuhery, S.Si. Isinya menyerukan kepada seluruh pelayan gereja, majelis jemaat, dan warga jemaat di wilayah Klasis Biak Selatan untuk:
1. Memastikan nama mereka terdaftar sebagai pemilih.
2. Datang berbondong-bondong ke TPS pada hari pemungutan suara ulang.
3. Melawan segala bentuk kecurangan, intimidasi, teror, dan politik uang.
4. Memilih pemimpin yang takut akan Tuhan dan mencintai rakyat.
5. Menjaga keamanan dan ketertiban menjelang PSU.
Meski surat ini dibungkus dalam bingkai moral dan imbauan iman, sejumlah pihak menganggapnya sebagai bentuk keterlibatan gereja yang terlalu jauh dalam proses politik yang semestinya netral. Beberapa komentar warganet menilai langkah ini sebagai bentuk “penggiringan” yang tidak sejalan dengan semangat gereja sebagai institusi rohani.
Tagar-tagar seperti #gkitanahpapua #sinodetanahpapua #klasisbiaknumfor #psupapua #psupilkada #bawaslubiaknumfor #kpubiaknumfor #fypjangkauanluas mulai bermunculan di media sosial, menunjukkan bahwa isu ini telah menyentuh arus percakapan publik secara luas.
Di sisi lain, belum ada pernyataan resmi dari pihak gereja menanggapi kritikan yang muncul. Namun, pengamat sosial lokal menyarankan agar gereja tetap menjaga peran profetiknya tanpa ikut terseret dalam tarik-menarik kepentingan politik praktis.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *