Tim Koalisi MARIYO Resmi Polisikan Beberapa Akun Penyebar Hoaks

banner 468x60

Jayapura,  – Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri – Aryoko Rumaropen (MARIYO), resmi melaporkan sejumlah akun media sosial ke pihak berwajib. 

Laporan ini terkait dugaan pencemaran nama baik, ujaran kebencian, dan penyebaran hoaks terhadap Mathius D  Fakhiri dan Yulce Enembe, istri mendiang Gubernur Lukas Enembe.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Juru Bicara MARIYO, Muhammad Rifai Darus, sebagai respon cepat atas maraknya fitnah dan serangan brutal di dunia digital yang dinilai bukan hanya merusak citra personal, tapi juga menodai semangat demokrasi Papua menjelang Pilkada.
 “Ini bukan sekadar pembelaan terhadap individu. Ini pembelaan terhadap martabat demokrasi Papua. Kita tidak boleh membiarkan ruang digital jadi sarang kebencian tanpa batas,” ujar Rifai dalam konferensi pers di Jayapura, Senin 28 Juli 2025.
Dalam pernyataannya, Rifai menilai bahwa konten yang beredar telah melampaui batas wajar kritik. Bukan hanya menyerang pribadi, namun juga mengganggu ketertiban umum serta menebar sentimen permusuhan yang berbahaya di masa kampanye sensitif seperti saat ini.
Tim hukum MARIYO menekankan bahwa pelaporan ini akan menjadi preseden penting bahwa hukum harus berlaku di ruang maya sebagaimana di dunia nyata. “Kebebasan berekspresi bukan berarti kebebasan memfitnah,” tegas Rifai.
Ia juga menyoroti peran pengawas pemilu, terutama Bawaslu Papua, yang dinilai lamban dan tidak peka terhadap dinamika ini.
 “Putusan DKPP yang menjatuhkan sanksi kepada jajaran Bawaslu Papua, menurut kami, sangat tepat. Pengawasan lemah justru membiarkan politik kotor tumbuh subur,” tambahnya.
Seruan Jangan Sebarkan Kebencian, Jaga Papua Tetap Damai
MARIYO menyerukan kepada masyarakat Papua untuk tidak turut menyebarkan konten berisi ujaran kebencian, fitnah, maupun penghinaan terhadap siapa pun. Baik terhadap tokoh politik, pemimpin adat, maupun warga biasa.
Kepada para pendukung dan relawan, pasangan nomor urut 2 ini berpesan agar tetap berjuang secara elegan, santun, dan dalam koridor hukum.
 “Pilgub Papua bukan arena menjatuhkan martabat pribadi. Kita harus bisa menjaga ruang publik tetap waras. Jangan kita rusak demokrasi demi ambisi jangka pendek,” ujar Rifai menutup pernyataan.
Tim MARIYO menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan semua pelaku akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.
“Mari kita jaga Papua tetap damai, bermartabat, dan bebas dari politik kebencian.” Tegasnya
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *