Wabup Yahukimo Ajak ASN Memuliakan Tuhan dan Menjadi Berkat bagi Sesama

banner 468x60

DEKAI, Lapbiru.com — Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, S.IP., mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk senantiasa memuliakan Tuhan, hidup dalam kerendahan hati, serta menjadi berkat bagi sesama. Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati saat mengikuti Ibadah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Kamis (1/10/2026).

Ibadah tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Yahukimo, Redison Manurung, S.Pd., M.Si., bersama Asisten I, Asisten II, dan Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Yahukimo, para pejabat Eselon II dan Eselon III, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

Dalam arahannya, Esau Miram menekankan bahwa kehidupan manusia tidak semata-mata diukur dari jabatan, kedudukan, maupun berbagai hal yang dimiliki.

Menurutnya, terdapat dua hal penting yang perlu menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan, yakni memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

“Selagi kita masih kuat, kita memuliakan Tuhan. Kemudian yang kedua adalah kita menjadi berkat bagi sesama manusia,” kata Esau Miram.

Ia mengatakan, jabatan dan posisi yang dipercayakan kepada seseorang, baik sebagai pimpinan maupun staf, bukanlah ukuran utama dalam kehidupan. Karena itu, setiap tanggung jawab yang diberikan hendaknya dijalankan dengan penuh kerendahan hati.

“Apa yang kita miliki, apa yang kita hari ini sebagai posisi pimpinan atau staf, siapa pun, itu bukan menjadi ukuran. Tetapi yang Tuhan ukur adalah dua hal yang tadi. Pertama, kita memuliakan Tuhan dengan kerendahan hati kita,” ujarnya.

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa berbagai berkat yang diterima dalam kehidupan, seperti jabatan, kesehatan, umur panjang, keturunan, dan keluarga, patut disyukuri sebagai pemberian Tuhan.

Menurutnya, apa yang dimiliki manusia merupakan anugerah yang harus disyukuri dan digunakan dengan baik, termasuk melalui pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.

Selain membangun kehidupan yang berlandaskan iman, Esau Miram mengajak ASN untuk menjaga persaudaraan serta menghindari kebencian dan kedengkian. Perbedaan yang ada di tengah kehidupan bermasyarakat, menurutnya, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.

Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, bahasa, ras, warna kulit, maupun karakteristik fisik merupakan bagian dari keberagaman yang harus diterima dan dihargai.

“Tuhan kasih perbedaan itu supaya kita saling menghargai. Tuhan kasih bahasa, Tuhan kasih suku, Tuhan kasih ras, supaya kita saling menghargai,” tegasnya.

Esau Miram menambahkan bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, keberagaman hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan.

“Lurus kah, keriting kah, putih kah, hitam kah, kita punya darah satu yang Tuhan kasih. Berarti kita sama di mata Tuhan,” katanya.

Sementara itu, dalam renungan Firman Tuhan, Pdt. Yulius Bitibalyo menekankan bahwa kehidupan merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada manusia. Karena itu, Firman Tuhan tidak hanya dibaca dan dipelajari, tetapi harus tertanam dalam hati dan diwujudkan dalam kehidupan orang percaya.

Menurutnya, Alkitab menjadi pedoman bagi umat untuk belajar dan memahami kehendak Tuhan. Namun, nilai-nilai Firman Tuhan juga harus hidup dalam hati dan tercermin melalui sikap serta perbuatan sehari-hari.

“Roh Kudus tulis Firman Allah di hati. Alkitab yang saya pegang hanya sementara saya pakai untuk saya belajar dan saya mengajar. Tapi di hadapan Allah saya tidak pakai yang ini, tetapi baca yang tertulis oleh jari Roh Kudus dalam roh, hati,” ujar Pdt. Yulius Bitibalyo.

Ia menegaskan bahwa kehidupan yang diberikan Allah hendaknya diwujudkan melalui hubungan yang terus terpelihara dengan Tuhan.
“Itulah hidup. Hidup yang diberikan oleh Allah,” katanya.

Lebih lanjut, Pdt. Yulius menyampaikan bahwa ibadah merupakan salah satu wujud syukur orang percaya atas kehidupan yang diberikan Tuhan. Ibadah juga diwujudkan melalui pujian, penyembahan, dan persembahan kepada Tuhan.

“Akhirnya bukti hidup adalah ada ibadah. Kalau tidak ada hidup, tidak ada ibadah. Tidak ada puji-pujian dan menyembah, tidak ada persembahan,” ujarnya.

Melalui momentum Ibadah ASN tersebut, Wakil Bupati Yahukimo berharap nilai-nilai iman, kerendahan hati, persaudaraan, dan sikap saling menghargai terus diwujudkan oleh ASN dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawab ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung pembangunan di Kabupaten Yahukimo.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60