GIDI Bidik Jadi Gereja Global, Siapkan Maskapai hingga Universitas Sendiri di Papua

banner 468x60

YAHUKIMO, Lapbiru.com – Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) mulai menyiapkan langkah besar menuju gereja bertaraf internasional. Dalam Konferensi Klasis Dekai Kota ke-II Tahun 2026 di GOR Abyu Dekai, Minggu (10/5/2026), Presiden GIDI Pdt. Usman Kobak, MA memaparkan rencana pengembangan pelayanan gereja hingga ke luar negeri.

Di hadapan jemaat dan pimpinan klasis, Usman menyebut GIDI saat ini sedang membuka pelayanan dan proses pendaftaran gereja di sejumlah negara. Mulai Uganda, Ethiopia, hingga Amerika Serikat.

“Sekarang kita sedang menuju gereja internasional. Pelayanan dan pendaftaran sedang dilakukan di Uganda sebagai Evangelical Church of Uganda, di Ethiopia sebagai Evangelical Church of Ethiopia, dan dalam waktu dekat akan dibuka pelayanan di Amerika sebagai Evangelical Church of America,” kata Usman.

Tak hanya bicara penginjilan global, GIDI juga mulai menyiapkan kemandirian organisasi gereja lewat empat sektor utama. Yakni transportasi udara, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Di sektor transportasi, GIDI bahkan telah membentuk badan hukum berbentuk perseroan terbatas (PT) untuk membangun maskapai penerbangan sendiri. Maskapai itu nantinya dipakai mendukung pelayanan penginjilan dan distribusi logistik ke wilayah pedalaman Papua.

Usman mengungkapkan, saat ini GIDI sudah memiliki sekitar 53 pilot dan mekanik. Selain itu, jaringan pelayanan gereja disebut menjangkau hampir 300 lapangan terbang di Papua.

“Ke depan gereja harus mandiri, termasuk dalam transportasi pelayanan. Kita ingin punya penerbangan sendiri seperti MAF dan AMA,” ujarnya.

Selain penerbangan, GIDI juga menargetkan pembangunan universitas sendiri di Papua. Kampus itu diproyeksikan menjadi tempat menyiapkan generasi muda gereja agar memiliki daya saing di masa depan.

Tak berhenti di situ, gereja juga berencana membangun rumah sakit sendiri sebagai bagian dari pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Di bidang ekonomi, GIDI menyiapkan holding company atau badan usaha milik gereja. Tujuannya untuk mengelola potensi sumber daya alam secara mandiri dan memperkuat fondasi ekonomi organisasi.

Dalam sambutannya, Usman turut mengajak seluruh jemaat memikirkan masa depan generasi penerus secara menyeluruh. Mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, penginjilan hingga pemuridan.

Dia juga memperkenalkan program iuran jemaat sebesar Rp100 ribu per tahun. Dana itu disiapkan untuk mendukung program kemandirian gereja, termasuk rencana pembelian pesawat pelayanan.

“Kalau satu juta anggota memberi Rp100 ribu per tahun, maka kita bisa mengumpulkan Rp100 miliar. Dana itu bisa dipakai untuk pembayaran awal pembelian pesawat karavan baru,” jelasnya.

Targetnya, pada November mendatang GIDI sudah dapat membeli satu unit pesawat untuk mendukung pelayanan di berbagai wilayah Papua.

Menutup arahannya, Usman meminta seluruh ketua klasis segera melakukan pendataan jumlah jemaat di masing-masing wilayah pelayanan guna mendukung program kemandirian gereja tersebut.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply