YAHUKIMO, Lapbiru.com – Pemerintah Kabupaten Yahukimo secara resmi menetapkan hari Jumat sebagai Hari Konsumsi Pangan Lokal bagi seluruh pegawai dan masyarakat di lingkungan Pemkab Yahukimo. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberdayakan ekonomi kerakyatan.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Yahukimo, Bongga Sumule, S.KM., M.Kes., saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Yahukimo, Senin (11/05/2026).
Di hadapan 430 peserta apel, ia menekankan bahwa ketergantungan pada komoditas beras harus mulai dikurangi dengan mengoptimalkan kekayaan alam setempat.
“Hari Jumat kita tetapkan sebagai Hari Pangan Lokal. Gerakan ini bertujuan agar potensi lokal kita seperti ubi dan hom (keladi) tetap terjaga, sekaligus membantu meningkatkan ekonomi mama-mama pedagang lokal di pasar. Kita tidak boleh hanya bergantung pada beras,” tegas Bongga Sumule.
Lebih lanjut, Asisten II menjelaskan bahwa kebijakan ini memiliki dampak ganda (multiplier effect). Selain untuk kesehatan dan kemandirian pangan, gerakan ini menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap para petani dan pedagang kecil di wilayah Yahukimo.
“Dengan mengonsumsi pangan lokal, secara langsung kita membantu hasil kebun mama-mama kita terserap oleh pasar. Jika setiap pegawai ASN dan PPPK membeli hasil bumi lokal, maka perputaran ekonomi di Yahukimo akan semakin kuat,” tambahnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu dalam mengolah lahan dan berkebun. Bongga Sumule memastikan bahwa koordinasi dengan aparat keamanan terus ditingkatkan guna menjamin kenyamanan warga dalam beraktivitas.
“Masyarakat silakan pergi berkebun dengan tenang. Kami bersama aparat keamanan sudah berkoordinasi agar warga merasa aman dan tidak perlu takut terhadap pemeriksaan administrasi seperti KTP saat hendak menuju kebun,” pungkasnya.
Penetapan Hari Pangan Lokal ini diharapkan menjadi gaya hidup baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang mencerminkan kecintaan terhadap produk dan identitas daerah.











